LOMBOK — Euforia berlebihan usai pemilihan kepala desa (Pilkades) diduga menjadi pemicu baku hantam terjadi jalan raya Dusun Pemepek II, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata pada Kamis, 29 Oktober 2026 Pukul 16.30 WITA.
Perselisihan ini melibatkan massa pendukung calon kepala desa nomor urut 2 dengan pendukung calon nomor urut 4. Insiden itu diduga berawal dari konvoi perayaan kemenangan salah satu Cakades, sehigga terjadi kesalahpahaman antar kelompok pendukung.
Kepala Seksi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi mengatakan bahwa keributan terjadi setelah pelaksanaan Pilkades. Euforia dari pendukung Cakades menang diduga menjadi pemicu.
“Jadi memang benar ada keributan akibat konvoi dan euforia yang berlebihan,” kata Brata kepada Koranlombok.id via telepon, Jumat 30 Oktober 2026.
Brata mengungkapkan bahwa pihaknya sempat melakukan mediasi kedua belah pihak. Namun, persoalan tersebut belum menemui penyelesaian. Pihak korban disebut belum menerima hasil mediasi sehingga memilih melayangkan laporan pengaduan ke Polsek Pringgarata.
“Nah, dari hal ini sudah dimediasikan, namun dari pihak korban masih belum menerima, sehingga memberikan laporan pengaduan ke Polsek Pringgarata yang saat ini kita masih berproses untuk permasalahan tersebut,” jelasnya.
Brata menambahkan bahwa laporan pengaduan tersebut masih dalam proses penanganan. Pihak-pihak terkait juga tengah dimintai keterangan untuk mendalami peristiwa yang terjadi.
Dia menegaskan, secara umum pelaksanaan Pilkades di Desa Pemepek tidak mengalami permasalahan. Keributan justru terjadi setelah proses pemilihan selesai, ketika perayaan kemenangan berlangsung.(hil)







