LOMBOK – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, Ihsan berjanji akan memberikan “napas buatan” alias bantuan untuk koperasi yang lebih dahulu ada daripada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) besutan Presiden Prabowo Subianto.
Kata Ihsan, sebelumnya ada sebanyak 663 koperasi yang terbentuk sebelum adanya KDMP. Sementara yang aktif ada 342 koperasi. Katanya, sebuah koperasi dikatakan aktif jika memiliki laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Sedangkan dengan adanya KDMP dikhawatirkan akan menggerus eksistensi dari koperasi yang telah ada yang saat ini mati suri. Maka dari itu, pihaknya akan mengupayakan menghidupkan kembali koperasi-koperasi mati suri tersebut.
“Kita kasih nafas buatan (bantuan, red), artinya bahwa kita pemerintah harus konsen dan punya komitmen mulai dari SDM harus kita dukung, kemampuan-kemampuan para pengelola koperasi juga harus bisa,” katanya kepada media di Desa Bilelando, Praya Timur, Senin (21/7/2025).
Ihsan menepis dengan adanya KDMP secara tidak langsung menjadi kompetitor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menurut dia tergantung bagaimana anggota dan setiap Kades menyusun rencana bisnis.
Katanya, berdasarkan Inpres Nomor 19 tahun 2025, kepala desa dalam pengelolaan KDMP dijadikan sebagai pengawas dan sekaligus pembina menurutnya hal tersebut dapat diatur agar dua usaha desa tersebut dapat bersinergi.
“Itulah fungsinya kepala desa sebagai Ex Officio, kalau BUMDes itu kan pemilik modalnya kepala desa beda dengan Koperasi ini kan masyarakat jadi jangan main-main. Kalau di BUMDes kalau ada yang nakal kan nanti malam bisa diganti tapi kalau koperasi biar mau diganti kan prosesnya panjang karena hak ulayat,” terangnya.
Sementara itu pada Kamis pekan ini, semua pengurus KDMP akan dikumpulkan di Ballroom Kantor Bupati untuk launching operasional sekaligus diserahkan secara langsung akta notaris masing-masing KDMP.
Untuk KDMP di Lombok Tengah sebanyak 43 koperasi berbentuk syariah, 11 koperasi berbentuk konvensional. Nantinya setiap KDMP akan diberikan kredit modalĀ usaha sebesar Rp 3 miliar yang akan diberikan oleh pemerintah pusat.
“Itu adalah platform yang disediakan oleh Pemerintah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), masing-masing KDMP punya keunggulan masing-masing gerai yang dibuka,” bebernya.(nis)





