Guide Juliana Marins Beberkan Fakta Sebenarnya

oleh -1843 Dilihat
FOTO ISTIMEWA FOR KORANLOMBOK.ID/ Tim evakuasi gabungan saat mengevakuasi jasad Juliana Marins.

 

 

LOMBOK – Guide Juliana Marins, Ali membeberkan fakta mengejutka di balik tragedi yang menimpa tamunya dari Brasil. Ali menceritakan kronologi awal sebelum peristiwa naas itu terjadi.

Dalam sambungan telepon kepada jurnalis Koranlombok.id, Ali yang merupakan warga Senaru, Lombok Utara menceritakan perjalanan awal saat mendaki Gunung Rinjani bersama rekan-rekan Juliana Marins.

Dari awal memulai perjalanan mendaki, Juliana Marins terlihat memiliki kecepatan berbeda dengan lima orang rekannya. Bahkan di tengah perjalanan, beberapa kali Ali dengan nada bercanda menawarkan jalur balik ketika tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Baca Juga  Inara Sebut Virgoun Sudah Beli Cincin Buat Pelakor

“Speed Juliana Marins memang beda sama teman-temannya, makanya saya selalu jalan bersama,” ceritanya, Minggu (29/6/2026).

 

Dalam perjalanan, cerita Ali, Juliana Marins sempat minta waktu untuk istirahat. Dan ia sebagai guide memastikan tempat istirahat Juliana Marins aman, yang posisinya tikungan dan nanjak.

“Jadi saya di depan nunggu dia, sementara Juliana Marins kan di belakang. Begitu saya noleh ke belakang saya lihat senter Juliana Marins jatuh dan baru saya berbalik dan melihat Juliana Marins sudah tidak ada di tempat,” ceritanya.

Baca Juga  Tokoh NU Serukan Bahaya Narkoba

Mengetahui Juliana Marins tidak ada, Ali kemudian mencari sinyal untuk menghubungi pihak kantornya untuk meminta bantuan kepada petugas.

“Saya laporkan pagi dan tim bisa sampai ke lokasi sekitar jam 7 malam,” ungkapnya.

Sementara itu, rombongan teman Juliana Marins sudah jauh dari lokasi kejadian. Sehingga yang menjadi alasan Ali berusaha mencari sinyal untuk bisa menghubungi pihak kantor langsung.

 

 

 

Terpisah, tim relawan evakuasi jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins mengungkapkan fakta-fakta di balik proses evakuasi yang berlangsung cukup lama. Juliana Marins diketahui jatuh dari tebing di sekitar Gunung Rinjani, Jumat (27/6/2025) pagi.

Baca Juga  Kadinkes Loteng: Program Cek Kesehatan Gratis untuk Melawan Beban Ganda Penyakit

“Saya pertama yang turun mencari, saya hanya menemukan senter Juliana Marins. Dan saya turun sampai pada titik video drone tapi saya tidak menemukan ada di sana Juliana Marins, saya cari di sekitar panggil nama tidak ada. Dan saya bermalam di sekitar titik video drone,” ungkap salah satu tim relawan evakuasi, Samsul Padli Otong.

 

FULL VIDEO WAWANCARA :

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.