LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menanggapi adanya penolakan warga lingkar Bendungan Batujai terhadap pembangunan pusat terminal penerbangan pesawat air khusus pariwisata.
“Kan makanya belum, jangan bergerak lebih jauh tapi secara AMDAL juga belum kan,” tegas Pathul kepada media di Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kamis 2 Juli 2026.
Disampaikan bupati, terkait perizinan investasi oleh PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN AIR) sekarang masih bergulir di Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR.
Pathul memastikan pemerintah kabupaten akan turun melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait investasi yang akan dilakukan oleh PT AMAN nantinya.
“Ya pasti (sosialisasi, red), ini kan kita masih ikhtiar,” katanya.
Sebelumnya, warga bersama nelayan lingkar Bendungan Batujai melakukan deklarasi penolakan. Mereka khawatir dengan adanya pembangunan di Bendungan Batujai bakal menggangu mata pencaharian warga dan nelayan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Nelayan Pade Genem, Beni Kuspandi saat deklarasi, Rabu 1 Juli 2026.
“Kekhawatiran kami jika seaplane ini dibangun maka mata pencaharian kita bisa hilang,” katanya.
Kata Beni, pihaknya bersama masyarakat tujuh dusun di sekitar Bendungan Batujai menyatakan menolak adanya seaplane tersebut. Pihaknya meminta pemerintah melakukan sosialisasi.
“Kami mohon pemerintah turun dan bersosialisasi kepada masyarakat untuk membahas pembangunan ini serta solusi yang diberikan,” pintanya.(nis)





