Debit Air Baku Menurun Signifikan, 60 Persen Pelanggan PDAM Terdampak

oleh -2126 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Plt Direktur Operasional (DirOps) PDAM Lombok Tengah, H. Lalu Hasnan Hariadi.

 

 

LOMBOK — Kemarau ekstrem dipicu fenomena El Nino membawa dampak serius terhadap ketersediaan pasokan air bersih di Kabupaten Lombok Tengah. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah mencatat penurunan debit air baku yang sangat signifikan mencapai 70 persen pada musim kemarau tahun 2026.

 

Plt Direktur Operasional (DirOps) PDAM Lombok Tengah, H. Lalu Hasnan Hariadi mengungkapkan bahwa fenomena penurunan debit air ini sebenarnya merata di seluruh Indonesia. Namun, khusus di Lombok Tengah, dampaknya sangat terpukul pada sistem pengolahan air minum milik PDAM, terutama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak, Kecamatan Praya Barat.

“Penurunan hampir 70 persen ini sangat terasa sekali pada sistem pengolahan, terutama di IPA Penujak. Hal ini terjadi karena debit air Bendungan Batujai masih drop akibat terbagi dengan sistem pertanian,” terang Hasnan kepada media, Rabu 21 Oktober 2026.

 

Hasnan memaparkan, elevasi atau level air di Bendungan Batujai saat ini berada pada angka 89 Meter Above Mean Sea Level (MDPL). Dalam kondisi operasional normal, PDAM memerlukan pasokan air baku sebesar 135 liter per detik (sesuai izin SIPA) untuk diolah demi memenuhi kebutuhan ideal pelayanan sebesar 100 liter per detik bagi hampir 10.000 pelanggan di Kecamatan Pujut, Praya Barat, dan Praya Barat Daya.

 

 

Akibat penurunan debit di bendungan, PDAM saat ini hanya menerima pasokan air baku kurang dari 50 liter per detik (berkisar 40–50 liter per detik). Hasil pengolahan air bersih yang bisa diproduksi pun akhirnya menyusut drastis hingga hanya mencapai 40 liter per detik.

“Dengan produksi yang hanya 40 liter per detik ini, sekitar 60 persen konsumen atau pelanggan kami yang tersebar di tiga kecamatan terdampak langsung dan tidak bisa terlayani secara maksimal,” akuinya.

 

Selain IPA Penujak, penurunan debit juga menghantam sistem pengaliran berbasis gravitasi. Beberapa sumber mata air, seperti SPAM Lempanas, intake-nya dilaporkan sudah mengalami kekeringan total. Secara keseluruhan, debit air dari sistem gravitasi lainnya (seperti Tibu Nangka, Aiq Bone, Benang Stokel, dan Sesere) rata-rata mengalami penurunan pasokan lebih dari 50 persen.

Baca Juga  Debu Tebal dari Proyek Jalan Ganggu Pernapasan Warga Embung Bengkel

 

Ia menambahkan, ketersediaan air baku yang menipis di Bendungan Batujai ternyata diperparah oleh pola bercocok tanam para petani di wilayah irigasi yang dinilai tidak berimbang. Pihak PDAM menyoroti tingginya konsumsi air akibat pola tanam padi yang dipaksakan secara terus-menerus.

 

 

“PDAM Lombok Tengah telah berkoordinasi langsung dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, khususnya Bidang Alokasi Air Baku yang diterima oleh Kabid Alokasi Air, Lukman. Dari koordinasi tersebut, terungkap bahwa petani di bawah naungan Dinas Pertanian tetap menanam padi di musim kemarau (Padi–Padi–Padi), padahal idealnya menggunakan pola selang-seling tanaman palawija yang hemat air (Padi–Palawija–Palawija). Berdasarkan data dari BWS, saat ini terdapat sekitar 500 hektare lahan pertanian yang baru saja mulai ditanami padi kembali oleh petani,” bebernya.

 

Tanaman padi membutuhkan air yang sangat besar. Apabila pintu air Bendungan Batujai dibuka sebesar 1.500 liter per detik untuk memenuhi irigasi 500 hektara lahan tersebut, sisa cadangan air baku di bendungan diproyeksikan akan habis total hanya dalam waktu 40 hari.

Meski ada wacana pengurangan pembukaan pintu air menjadi 500 liter per detik dengan sistem gilir satu minggu buka dan satu minggu tutup, hal tersebut dianggap berpotensi memicu masalah sosial baru.

 

Dari pertemuan tersebut, BWS menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih dan air minum harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. Ia berharap ada penegakan regulasi pola tanam dari instansi terkait agar cadangan air baku bendungan dapat bertahan hingga musim penghujan tiba.

 

Untuk menyiasati ancaman krisis air bersih yang semakin meluas, PDAM Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan serangkaian strategi penanganan jangka pendek. Langkah utama yang diambil adalah penerapan sistem pengaliran bergilir (gilir air) serta distribusi air bersih menggunakan armada mobil tangki.

Baca Juga  Polisi Periksa Terlapor Dugaan PPPK ‘Siluman’ di Puskesmas Kopang

“Kami terapkan sistem jadwal giliran pengaliran air pada jalur SPAM berbasis gravitasi maupun pengolahan. Sebagai contoh, pada jalur SPAM Lempanas, kami bagi waktu pengalirannya secara adil. Misalnya hari Senin selama 24 jam penuh untuk Cabang Pujut, Selasa untuk Cabang Praya Tengah, dan hari berikutnya untuk Cabang Praya Timur,” jelasnya.

 

Ia menjelaskan, melalui pola gilir 1 hingga 2 hari sekali ini, pelanggan dipastikan tetap mendapat giliran air bersih untuk menampung kebutuhan harian. Selain itu, pendistribusian air bersih melalui armada mobil tangki dimaksimalkan untuk menyuplai kawasan pemukiman di dataran tinggi, ujung jaringan pipa, serta wilayah kekeringan yang berkoordinasi dengan BPBD Lombok Tengah.

 

 

 

Tak hanya ikhtiar teknis, PDAM Lombok Tengah juga menempuh pendekatan spiritual dengan merencanakan gelaran Shalat Istisqa (doa memohon hujan) bersama para pegawai dan masyarakat pada hari Jumat.

“Selain ikhtiar teknis jalur darat, kita juga menempuh ‘jalur langit’ dengan berdoa memohon agar diturunkan hujan. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanan ini,” ucapnya.

 

Hasan memaparkan bahwa sebagai langkah penanganan permanen krisis air di wilayah Lombok Tengah bagian barat dan tengah, PDAM bersama pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan fisik Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) baru yang memanfaatkan sumber air Cerorong, Danau Biru.

Progres pemenuhan dokumen persyaratan teknis (Readiness Criteria/RC) untuk pembangunan SPAM Danau Biru saat ini telah mencapai 99 persen. Seluruh dokumen utama seperti Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), dan Amdal sudah tuntas diserahkan ke kementerian/dinas terkait.

Saat ini PDAM sedang menyelesaikan tahap akhir perizinan jaringan perlintasan ke Dinas Kehutanan, Balai Jalan Nasional, dan BWS, serta pembebasan lahan.

Baca Juga  Walhi Ancam Keluarkan Rapor Merah untuk Jokowi

Jika perizinan rampung akhir tahun ini, proses tender konstruksi ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun depan, sehingga pengerjaan fisik dapat dimulai pada pertengahan tahun 2026 atau 2027.

SPAM Danau Biru dirancang memiliki kapasitas debit air baku mencapai 150 liter per detik untuk melayani Zona Barat Lombok Tengah (Kecamatan Pringgarata, Jonggat, dan Praya Barat).

“Efek dominonya sangat besar. Ketika SPAM Danau Biru beroperasi melayani zona barat, beban suplai air dari SPAM wilayah tengah tidak lagi terbagi. Suplai yang ada bisa dikembalikan penuh untuk memaksimalisasi pelayanan di Kecamatan Praya, Praya Tengah, hingga Praya Timur,” yakinnya.

 

Di sisi lain, pihaknya  juga menyoroti belum maksimalnya penyerapan (uptake) air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mandalika. PDAM mengidentifikasi maraknya penggunaan sumur dalam (deep well) atau sumur bor oleh para pelaku usaha komersial di kawasan sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai kendala utamanya.

Padahal, IPA Mandalika memanfaatkan sumber air baku dari Bendungan Pengga yang relatif lebih stabil dan tidak terlalu terdampak kekeringan dibanding Bendungan Batujai. Fasilitas ini dirancang khusus untuk melayani kawasan pariwisata Mandalika, mulai dari Kuta Lama hingga wilayah Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut.

 

“Kendala utamanya adalah banyaknya pelaku bisnis, tempat usaha, dan penginapan di sekitar kawasan KEK Mandalika yang masih menggunakan sumur bor mandiri karena merasa nyaman,” katanya.

PDAM mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan instansi terkait untuk melakukan penertiban, pendataan, dan evaluasi perizinan sumur bor guna melindungi kelestarian lingkungan dan cadangan air tanah dari ancaman intrusi air laut.

Meski penyerapan di luar kawasan inti masih melambat, Hasnan mengapresiasi pengelola hotel besar dan tenant utama di kawasan inti ITDC—seperti Hotel Pullman dan Novotel—yang telah 100 persen memanfaatkan pasokan air bersih resmi dari IPA Mandalika.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.