Debu Tebal dari Proyek Jalan Ganggu Pernapasan Warga Embung Bengkel

oleh -1207 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Terlihat debu tebal saat sepeda motor melintas di proyek perbaikan jalan di wilayah Lingkungan Embung Bengkel, Leneng, Praya, Rabu 24 September 2025.

 

 

 

LOMBOK – Warga Lingkungan Embung Bengkel, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Lombok Tengah mengeluhkan debu tebal dan krikil berbahaya yang mengganggu pernapasan warga setempat. Hal ini disebabkan imbas pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur perdesaan timbunan badan jalan ruas Wage – Bunklotok.

Proyek dikeluhkan warga ini dengan pengerjaan jalan sepanjang 300 meter yang dikerjakan rekanan CV. Hafiza Mandiri. Pengerjaan dilakukan 20 Mei 2025 dengan nilai kontrak  Rp 134.539.000.

 

Kepala Lingkungan Embung Bengkel, Ibrahim mengaku warganya mengeluhkan dampak proyek tersebut. Selain itu ia menyebutkan, pihak rekanan tidak ada komunikasi kepada warga dan sekarang ketika ada keluhan ia harus menanggung protes warga.

Baca Juga  Nyawa Ibu dan Anak Melayang Setelah Ditabrak Truk di Jurang Jaler

“Kami tau ini proyek pengerjaan ruas Wage -Bunklotok tapi masyarakat kami di sini kena imbas. Ini debu, belum lagi krikil. Yang jadi pertanyaan kami juga, kalau memang penggerjaan di Embung Bengkel kenapa kita tidak diberitahu lebih dulu supaya warga tidak mengeluh ke kita selaku Kaling,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu 24 September 2025.

“Dalam hal ini mohon pemerintah terkait agar menyiasati bagaimana untuk tindak lanjut, saya harap jangan terulang kembali serta kami juga diberitahu sehingga ada alasan kita ketika masyarakat bertanya,” tegas Kaling.

Baca Juga  Karyawan Tidak Terima Upah Sesuai UMK atau UMP, Laporkan!

 

 

Terkait proyek jalan ini, Ibrahim mengaku pernah berkoordinasi anggota DPRD NTB, Lalu Wirajaya agar jalan ini segera dikerjakan. Akan tetapi dari hasil tersebut adanya miskomunikasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

 

 

“Di sana kabupaten mengklaim milik provinsi  dan provinsi juga mengklaim milik kabupaten. Jadi tolong jika tidak ada yang mau bertanggung jawab kembalikan saja tanah tersebut kepada masyarakat kalau memang tidak dijalankan program itu, dulu apa komitmen pemerintah terkait pembebasan lahan tersebut kita tidak tahu di bawah,” ceritanya.

Baca Juga  Kader Gerindra Loteng Keluar, Ditegaskan Tak Ada Masalah Internal

Dalam persoalan ini, Kaling berharap setidaknya pemerintah turun tangan untuk memperbaiki jalan ini agar akses masyarakat tidak terganggu. Terlebih lagi anak sekolah yang melintasi di jalan ini tidak nyaman.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah Lalu Rahadian yang dikonfirmasi belum ada hasil. Dicari di ruang kerjanya tidak ada.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.