Wakil Ketua Dewan Soroti Pembangunan Oleh Pemkot Mataram

oleh -1983 Dilihat
FOTO SARAH JURNALIS KORANLOMBOK.ID Wakil Ketua DPRD Kota Mataram / Abd Rachman

LOMBOK – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram, Abd Rachman menyoroti pembangunan yang dilakukan pemerintah kota selama ini.

Adapun yang disoroti politikus itu, salah satunya pembangunan tempat tongkrongan anak muda di dalam Kota Mataram misalnya, taman air kolam mini yang menurutnya sangat kontras. Harusnya sport dibangun pemerintah menjadi daya tarik masyarakat, jangan malah sebaliknya.

“Harusnya dibangun dan dijadikan daya tarik masyarakat untuk bisa datang berkunjung, bukan malah sebaliknya,” tegasnya di hadapan awak media, Senin (11/12/2023).

Dalam kesempatan itu, Rachman menyarankan Pemerintah Kota Mataram agar tidak terlalu banyak membangun menggunakan beton. Apalagi kondisi kota yang kian sempit di tengah maraknya pembangunan.

Baca Juga  Kisah Jumuah Pemecah Batu Apung di Sirkuit Motocross Lantan

“Pemerintah Kota harus memikirkan kira-kira bagaimana penataan membuat kota ini menambah icon lebih menarik, meskipun kami apresiasi di Taman Udayana walaupun space kecil sudah bisa memberikan kenikmatan di sana dari pagi atau sore hari,” sebutnya.

Menurut dia, perlu ditambah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan membutuhkan lebih banyak sentuhan. Bukan hanya warna warni atau pembangunan permanen saja.

“Kelihatan masyarakat kota sudah jenuh dengan tembok -tembok, batu sikat, paving blok, masyarakt lebih butuh yang lebih segar,” katanya tegas.

Baca Juga  Bawaslu Gandeng Diskominfo Kota Mataram Tangani Konten Negatif

“Tentunya kami juga mengimbau memberikan masukan ke Pemkot Mataram jangan hanya membangun tapi tidak bisa memelihara,” sambungnya.

Dia melihat selama ini, pemerintah kota hanya membangun dan dibiarkan begitu saja. Selanjutnya 1 tahun kemudian sudah tidak terurus.

“Bundaran Karang Jangkong itu sebenarnya tidak kalah jauh dengan bundaran HI di Jakarta. Di sana bisa orang nongkrong, di Cakra dan Pajang juga bisa, ini air keruh dan pompa rusak malah dibiarkan,” sentilnya.

 

Menurut dia, anak muda sekarang perlu melihat estetika agar terkesan terjaga tempat tongkrongan yang dibangun. Sehingga, orang tidak bosan ke sana.

Baca Juga  Tuan Puadd Beberkan Calon Pendampingnya di Pilkada Lombok Tengah

“Misalnya air mancur viral karena banyak yang kunjungi, tapi saat berkunjung rumput tidak ada, pancuran tidak kencang lagi. Kita tidak mesti anggaran besar kalau untuk bangun estetika. Ingat, alam ini harus terjaga,” terangnya.

Sementara itu Lombok Barat sebagai wilayah tetangga Kota Mataram perlu diajak berdiskusi bagaimana bisa membesarkan wilayah kota. Apalagi wacana ini dulu pernah dibahas.

“Termasuk isu sebelumnya beberapa daerah peyangga kota akan dimasukan di kota, tapi sampai sekarang belum juga teralisasi. Jadi kita kan harus keluar kota untuk berlibur,” tuturnya.(srf)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.