Bau Nyale, Pemkab Loteng Akankah Datangkan Band Ternama?

oleh -2475 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Wakil Bupati Lombok Tengah / H.M Nursiah

LOMBOK – Puncak bau nyale tahun 2024 telah ditetapkan dalam Sangkep Warige atau musyawarah penanggalan yang berlangsung di Dusun Adat Ende, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu (14/1/2024).

Biasanya, setiap perayaan bau nyale atau pesta rakyat Pemerintah Lombok Tengah selalu mendatangkan band ternama Indonesia. Namun kali ini akahkan pemerintah mendatangkan sebagai hiburan?

Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M Nursiah mengatakan terkait penetapan bau nyale atau tangkap cacing laut pihaknya akan menindaklanjuti bagaimana rencana perayaan bau nyale.

Sementara soal anggaran Pemkab telah menyiapkan, tapi pemerintah belum memutuskan apakah akan mendatangkan artis untuk hiburan tertentu selama perayaan bau nyale.

Baca Juga  Dapur MBG Akan Dibangun, Dewan Ahmad Minta Pemkab Pahami Alur Kerjasama

“Insyaallah persiapan itu sukses, biasanya kita ada rangkaian acara kan ada pemilihan Putri Mandalika, peresean dan festival,” terang Wabup di lokasi acara.

Politikus Partai Golkar ini menyatakan, proses bau nyale saat ini sangat bergantung dengan kondisi alam dan lingkungan.  Begitu juga tahun sebelumnya sama prosesnya.

 

“Sehingga perlu dipikirkan bagaimana menjaga kelesatariannya,” katanya singkat.

 

Disamping itu, dalam acara penetapan bau nyale yang jatuh tanggal 29 Februari sampai 1 Maret 2024 langsung diumumkan oleh Ketua Krama Adat Sasak Pujut, Lalu Agus Fathurahman.

Baca Juga  Camat Usulkan Pembangunan TPS dan Pusat Olahraga Masyarakat di Janapria

Diketahui setiap penetapan bau nyale merujuk kepada kalender bintang atau yang disebut kalender rowot. Ini ditentukan setiap tanggal 20 bulan 10 namun sesuai perhitungan saat ini, jatuh setiap sekitar Februari atau Maret bulan Masehi.

Dikatakannya, keputusan tersebut telah didiskusikan sebelumnya melalui musyawarah atau Sangkep Madya, dimana juga melihat tanda-tanda alam dan masukan dari para tokoh adat dan budayawan.

“Sementara itu banyak tidaknya nyale yang datang karena perubahan iklim dan kondisi laut,” sebutnya.

Baca Juga  Dua Jemaah Haji Loteng Batal Berangkat Setelah Tiba di Asrama Haji

Agus menambahkan, untuk menjaga Budaya Adat Sasak dan kelestarian bau nyale, masyarakat perlu memelihara lingkungan utamanya di laut.

“Marilah kita pelihara adat kita untuk menjaga mandalika,” imbaunya.

Biasanya pada perayaan bau nyale Pemkab pernah mendatangkan sederet band ternama di tanah air. Di antaranya, Noah, Setia Band, Seventen, begitu juga banyak penyanyi dangdut terkenal pada era pemerintaha Bupati H. Moh. Suhaili FT.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.