Respons Nursiah Terkait 126 Lapak Pedagang di Tanjung Aan Akan Digusur ITDC

oleh -1729 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Wakil Bupati Lombok Tengah (H.M Nursiah)

 

 

LOMBOK – Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M Nursiah akhirnya bicara di tengah ancaman digusurnya 126 lapak pedagang di sekitar Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut oleh PT. ITDC.

 

Dikatakan Nursiah, soal rencana ini diakuinya menjadi ranah ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Tapi Nursiah menyarankan agar ITDC untuk mempertimbangkan sesuai aturan yang ada dalam menanggapi penolakan masyarakat.

Baca Juga  Wisatawan Asing Keluhkan Sampah di Kawasan Mandalika

 

“Yang jelas usul masyarakat itu sah-sah saja, tinggal nanti bagaimana pertimbangan ITDC. Sehubungan dengan akan dibangun apa, nanti apa yang akan diusulkan masyarakat jadi bagian Pemda untuk mengawal termasuk oleh ITDC dan kontaktornya,” terangnya kepada media, Senin (23/6/2025).

 

Sementara itu sejumlah pedagang mengaku selama ini telah membayarkan pajak usaha kepada Pemkab Lombok Tengah melalui Badan Pengelola Penghasilan Daerah (Bappenda), bahkan sampai dengan nominal ratusan juta lebih.

Baca Juga  Hadir di Mataram, MyRepublic Ekspansi Hingga 37 Kota Seluruh Indonesia

 

Nursiah mengatakan, bayar pajak usaha merupakan kewajiban setiap masyarakat yang menjalankan usaha perdagangan di Lombok Tengah. Wabup akan melihat dahulu apakah benar hal tersebut dilakukan oleh pedagang atau seperti apa.

 

Dijelaskan Nursiah, keberadaan KEK Mandalika sudah berdampak kemanfaatannya terhadap masyarakat, tinggal bagaimana peningkatan fasilitas apa saja yang akan dibangun pada tahun 2025.

 

Katanya, jika masyarakat menuntut agar mereka tidak digusur maka nanti perlu dicarikan solusi. Baik oleh ITDC, masyarakat dan Pemda akan melihat aturan-aturan yang ada untuk mencari jalan keluar.

Baca Juga  Perkuat Layanan Informasi Publik, Dispora Loteng Luncurkan Inovasi SPORTIF

 

“Kita melihat aturan dahulu jadi kewenangan otoritasnya jelas, aturan juga kita lihat kemudian masyarakat seperti apa nggih, yang penting dinamikanya tetap menjadi ruang kepada masyarakat untuk diskusi dan koordinasi dengan ITDC nggih,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.