LOMBOK – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar pendidikan dan pelatihan teknis pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) dasar berbasis kompentensi dari tanggal 26 – 27 Juli 2024. Kegiatan berlangsung di Desa Wisata Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.
Direktur Poltekpar Lombok, Ali Muhtasom menyampaikan kegiatan itu diinisiasi Politeknik Pariwisata Lombok berkerjasama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf RI dengan tujuan untuk mengaplikasikan materi pembelajaran yang telah diberikan oleh para fasilitator selama pelatihan.
“Selama di Desa Wisata Kembang Kuning, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana pengelolaan homestay, proses pembuatan kopi tradisional dan minyak tradisional dari Kelompok Sadar Wisata Desa Kembang Kuning,” ungkapnya, Kamis (1/7/2024).
Selain itu para peserta juga diberikan kesempatan untuk berkunjung ke destinasi wisata alam favorit, yaitu Air Terjun Sarang Walet dan Kolam Alam. Kegiatan pembelajaran dan aktivitas lapangan ini bertujuan untuk mendukung penyusunan proposal studi lapangan.
Karena berbasis kompetensi maka semua materi yang diajarkan kepada peserta sesuai rencana capaian pembelajaran, sementara itu tujuan adanya diklat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan bagi para peserta agar dapat bekerja secara efektif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selanjutnya, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di sektor parekraf agar mereka siap menghadapi tantangan dan tuntutan industri yang semakin berkembang.
Meningkatkan daya saing, tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memastikan mereka memiliki kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan pelatihan yang fokus pada standar pelayanan dan kepuasan pelanggan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu saja kata Ali, pelatihan ini juga untuk menyiapkan tenaga kerja profesional dan siap kerja, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Penting juga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” tegasnya.
Ucap Ali pariwisata di NTB saat ini menunjukkan potensi besar dengan keindahan alam seperti pantai, pegunungan, dan budaya lokal yang unik.
Namun beberapa hal perlu dibangun dan ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi tersebut seperti promosi dan pemasaran secara digital yang tentu dibarengi oleh sumber daya manusia yang mempuni.
Selain itu perlu juga diversifikasi destinasi dengan mengembangkan destinasi wisata baru selain yang sudah terkenal seperti Lombok dan Gili Trawangan, namun hal tersebut perlu didukung olek aksesbilitas baik melalui transportasi darat, laut dan udara menuju tempat wisata lain.
Sambungnya hal tersebut dapat terwujud dengan cara mengundang pihak swasta untuk berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan layanan pariwisata untuk memastikan kualitas yang baik.
“Perlu menggunakan aplikasi dan teknologi digital untuk menyediakan informasi real-time tentang transportasi dan akses ke destinasi wisata. Dengan fokus pada aspek-aspek ini, pariwisata di NTB dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nis/adv)





