Perkelahian Siswa Berujung Pengrusakan Fasilitas Sekolah di SMAN 1 Janapria

oleh -1325 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Pihak kepolisian saat menunjukkan fasilitas yang dirusak di lobby SMAN 1 Janapria, Selasa (3/10/2023).

LOMBOK – Perkelahian antar siswa terjadi di SMAN 1 Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Perkelahian ini berujung pada pengrusakan sejumlah fasilitas sekolah yang dilakukan, Senin (2/10/2023) sekitar pukul 13.00 WITA. Adapun yang dirusak berupa pintu kaca sekolah.

Kapolsek Janapria, IPTU I Wayan Kariana yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini, dalam kasus itu pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan fakta-fakta yang ada.

 

“Kita amankan kemarin dan ajak untuk dilakukan visum (siswa, red), kita ambil keterangan dan cek kebenarannya di Tempat Kejadian Perkara,” ungkapnya kepada media, Selasa (3/9/2023).

Baca Juga  Kaesang Diprediksi Sukses Besar di Pilkada Walikota Depok

 

Kapolsek menerangkan, pertengkaran terjadi antara siswa inisial AW yang merupakan siswa Kelas X7 dari Dusun Rempung, Desa Langko dengan HB yang duduk di Kelas X8 asal Dusun Batu Kembar, Desa Janapria.

Adapun kronologis kejadian, dimana AW yang saat itu bermain kejar-kejaran dan melompati HB yang sedang duduk bersama teman-temannya. Tidak terima dengan itu HB berkata kasar kemudian kepada AW dan menantang untuk berkelahi.

Baca Juga  IDI Anggap RUU Omnibus Law Kesehatan Cacat Prosedur

 

Sementara AW yang semula tidak tahu hal tersebut keesokan harinya mendatangi HB, dan di sana terjadilah perkelahian.

 

“Sempat diamankan oleh pihak sekolah dalam hal ini oleh guru BP untuk diberikan pemahaman dan mediasi terkait masalah kesalahpahaman,” terangnya.

 

Sementara sekitar pukul 14.00 WITA salah satu wali dari AW datang dan mengajak sejumlah orang datang ke sekolah dan diduga melakukan pengrusakan pintu kaca, lobby, dan ruang guru secara spontan.

Selain itu orang tua dari AW yakni, Kariadi dan sejumlah orang lainnya juga langsung masuk ke dalam ruangan BP dan melakukan pemukulan kepada HB dan menyebabkan luka robek dibagian kepala.

Baca Juga  Pemilu 2024, Kotak Suara Tidak Lagi Menggunakan Bahan Kardus?

 

“Untuk sementara korban sudah membuat pengaduan ke Polsek Janapria dari salah satu murid yang menjadi korban penganiayaan untuk dimintai keterangan, untuk sementara situasi masih dalam keadaan aman terkendali,” yakin kapolsek.

Disamping itu, pihak sekolah belum bisa dimintai keterangan atas kasus ini.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.