17 Ribu Ton Beras Impor Bakal Didatangkan, Pemkot Mataram No Comment

oleh -1389 Dilihat
FOTO SARAH JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang sedang melihat beras SPHP di lokasi Pasar Rakyat di Kota Mataram, Selasa (14/11/2023).

LOMBOK – Rencana pihak Bulog mendatangkan 17 ribu ton beras impor belum digubris Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Melalui Kabid Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida tidak mau bicara.

No comment untuk itu,” katanya kepada awak media, Selasa (14/11/2023).

Sementara itu, ditegaskannya saat ini Pemerintah Kota Mataram sedang melakukan enam kali kegiatan pasar rakyat di enam kecamatan. Tujuan kegiatan itu untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Kita laksanakan di masing kelurahan di enam kecamatan,” bebernya.

Baca Juga  Satu Pelaku Pemerkosaan di Praya Barat Daya Belum Berhasil Ditangkap

Diungkapkan Sri, di beberapa pasar ditemukan harga komoditas mengalami kenaikan yang signifikan. Misalnya di pasar induk harga cabai keriting dan cabai merah tembus Rp 70 ribu per kilogram. Itu ditemukan di Pasar Dasan Agung.

 

Bukan hanya cabai, harga telur juga mengalami hal serupa tembus Rp 55 ribu per tray di pasar tradisional. “Kalau tujuan pasar rakyat ya menstabilkan harga, dan di sini masyarakat dapat harga sesuai dari distributor,” katanya.

Baca Juga  Akses Nelayan Ditutup, Janji Perusahaan Tambak Udang Ditagih

“Contoh minyak kita di pasar tradisional masyarakat dapat harga Rp 15 ribu, tapi di sini dapat 14 ribu sesuai harga distributor,” sambungnya.

Pemerintah Kota Mataram malah mengklaim, melalui dinas pihaknya berhasil menekan harga saat momen bulan Maulid harga cabai normal Rp 18 ribu.

“Ini contoh, biasanya kalau Maulid harga cabai tembus Rp 22 sampai 25 ribu per kilogram,” sebutnya.

Disamping itu dari kegiatan pasar rakyat yang digelar dinas, masyarakat cukup banyak mencari beras. Dari 1,5 ton beras yang digelontorkan di pasar rakyat, pihak Bulog harus menambah jumlah beras dijual di pasar rakyat.

Baca Juga  Kepala BPVP: Gen Z Karakternya Dua, Pendiam Kalau di Medsos Tegas

“Kebutuhan meningkat di lapangan, maka 3 ton beras SPHP diturunkan,” bebernya.

Harga beras yang dijual kepada masyarakat di lokasi pasar rakyat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Begitu juga para retail yang membawa beras di lokasi pasar rakyat. Dirinya berharap dengan digelar kegiatan ini bisa membantu masyarakat dan menstabilkan harga.(srf)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.