LOMBOK – Dua jamaah calon haji (JCH) asal Lombok Tengah sempat dilarikan ke rumah sakit provinsi. Keduannya mengalami gangguan kesehatan dan harus menjalani perawatan.
Sebelumnya, ada tiga JCH dipastikan gagal berangkat karena meninggal dunia, sakit dan struk sebelum diberangkatkan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi mengatakan, satu dari dua jamaah kini sudah menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan dan telah dipindahkan ke Asrama Haji.
“Sementara satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit provinsi,” ungkapnya kepada Koranlombok.id, Kamis 7 Mei 2026.
Dia menjelaskan, jamaah yang masih dirawat merupakan kategori lanjut usia (Lansia) dengan usia di atas 80 tahun yang kondisi fisiknya lemah sehingga membutuhkan pengawasan medis lebih lanjut.
Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya agar kedua jamaah tersebut dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya apabila kondisi kesehatannya dinyatakan stabil oleh tim medis.
“Kami berharap kondisi kesehatannya segera membaik sehingga masih bisa diberangkatkan sebelum penutupan keberangkatan haji pada 9 Juni,” katanya.
Sementara itu, 758 jamaah haji asal Lombok Tengah yang saat ini berada di Arab Saudi dilaporkan dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.
“Alhamdulillah berdasarkan laporan ketua kloter, jamaah dari kloter 2 dan 7 Lombok Tengah dalam keadaan sehat dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik,” bebernya.
Syamsul turut mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, terutama bagi jamaah lanjut usia agar disiplin menjaga pola makan dan mengikuti arahan serta aturan petugas kesehatan maupun ketua kloter.(hil)





