Atensi Dua Kecamatan Kantong CPMI di Lombok Timur

oleh -1635 Dilihat
FOTO FENDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Beberapa calon penumpang hendak memasuki pintu keberangkatan Bandara Udara Internasional Lombok, belum lama ini.

LOMBOK – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, M. Kairi menegaskan, pihaknya menjadikan atensi dua kecamatan yang selama ini menjadi kantong Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Tetapi dia memastikan sejauh ini tidak ada warga Lombok Timur jadi korban modus baru. Akhir ini lagi ramai modus tawaran CPMI dengan negara tujuan Philipa dan Kamboja dengan tawaran gaji 1.000 sampai 1.500 dolar AS. Para pekerja nantinya bakal ditempatkan di lokasi khusus untuk bekerja sebagai online scam. Namun ujung-ujungnya para pekerja dijadikan korban perdagangan orang hingga tindak pelecehan seksual.

Baca Juga  Tiga Paslon Pilgub NTB, Mana Angka Hoki Menurut Anda?

“Dari Lombok Timur tidak ada yang jadi korban, untuk mencegah itu terjadi menjadi kewajiban semua pihak berjibaku mengedukasi masyarakat,” terangnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Jumat (12/1/2024).

Dari modus baru ini, pihaknya tetap waspada dan menjadikan praktek tersebut menjadi perhatian bagi semua pihak agar tidak menjadi korban nantinya.

Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi pihaknya saat ini berupaya melakukan sosialisasi kepada desa- desa yang menjadi kantong CPMI agar masyarakat bisa terhindar dari modus- modus baru.

Baca Juga  40 Siswa Diduga Keracunan Jelly, 20 Dirawat di Puskesmas

Menurut dia, pencegahan sangat penting jika nantinya warga sudah diberangkatkan dan bekerja di negara tujuan akan sangat sulit untuk teridentifikasi maupun dilakukan pertolongan. Para CPMI akan mendapat perlakukan diskriminatif jika melapor atau berupaya melarikan diri. Maka dari itu, pemerintah mengimbau agar warga tidak coba- coba berangkat jalur illegal dengan dalih bisa ditebus untuk pulang. Karena selain dapat merugikan diri sendiri, juga tidak jarang terjadi jalan buntu jika CPMI sudah terjerat berakhir Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga  Kamar Hotel dan Tiket Pesawat Mahal, Wisatawan Bisa Kapok ke NTB

“Kecamatan Suralaga Desa Bagek Payung dan Anjani, Kecamatan Terara Desa Jenggik Utara,” bebernya.

Pihaknya menegaskan lagi, jika pemerintah terus memberikan perhatian melalui sosialisasi terhadap daerah kantong CPMI agar warga bekerja ke luar negeri secara procedural. Sehingga terjamin keselamatan dan tempat mereka bekerja.(fen)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.