LOMBOK – Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri dan H.M Nursiah tahun 2024 merupakan Safari Ramadan terakhir di masa kepemimpinannya. Dalam kesempatan itu, Bupati Pathul Bahri membeberkan beberapa hal di hadapan peserta Safari Ramadan yang berlangsung di Kecamatan Batukliang Utara, Kamis malam.
Bupati mengatakan masa jabatan bupati dan wakil bupati sekarang dipangkas satu tahun sehingga harus berakhir pada tahun 2024. Kendati demikian, Pathul-Nursiah masih bisa menjalankan roda pemerintahan hingga tahun 2025 sampai dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih nantinya.
Pathul Bahri menyampaikan, safari kali ini adalah safari terakhir pasangan Maiq-Meres jilid II. Pasalnya, bulan November mendatang pemilihan kepala daerah akan digelar.
“Ini adalah safari terakhir kami, tahun depan sudah ada pejabat baru,” kata Pathul.
Politikus Partai Gerindra ini membeberkan, keberhasilannya memimpin Lombok Tengah bersama dengan H.M.Nursiah meskipun hanya 2 tahun atau setengah masa jabatanya bisa menjalankan program. Pasalnya, diketahui bersama 2 tahun anggaran banyak terpotong untuk penanganan kasus covid- 19.
“Masa efektif kami hanya 2 tahun bekerja, 2 tahun sisanya kita disibukan dengan kasus Covid-19 anggaran daerah terpotong untuk menangani kasus,” ceritanya.
Meskipun 2 tahun program dijalankan, akan tetapi berkat dukungan seluruh masyarakat pembangunan di Lombok Tengah berjalan sesuai dengan Visi-Misi Maiq-Meres jilid II.
“Persis kami kerja hanya 2 tahun optimal, selebihnya banyak dihabiskan oleh penanganan kasus covid dan stunting,” bebernya.
Sementara itu beberapa program yang diklaim bupati terealisasi sesuai visi misinya adalah pemberian kendaraan dinas kepada kepala dusun, pemberian insentif kepada guru ngaji, kartu sehat Maiq-Meres, sekolah kedokteran bagi kaum duafa dan yatim piatu penghafal alquran dan beberapa program lainnya.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Lombok Tengah yang telah mendukung dirinya dan Nursiah dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurut dia, tanpa dukungan semua pihak maka apa yang menjadi program kerja pemerintah akan sulit bisa terealisasi.(nis)





