LOMBOK – Dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Lombok Tengah di Ponpesal Manhalul Ulum Praya, turut disinggung soal Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB.
Ketua Rois Syuriah PCNU Kabupaten Lombok Tengah TGH. Ma’arif Makmun Dirangsa mengatakan bahwa terkait dengan Pilkada Gubernur, pihaknya akan mengumpulkan seluruh ulama NU untuk mendengarkan pendapatnya terkait apakah Ketua Tanfidziah Pathul Bahri itu harus maju atau tidak.
“Tunggu keputusan ulama NU dahulu, kami akan kumpulkan semuanya” katanya, Kamis (11/4/2024).
Sementara adanya pro kontra di kalangan masyarakat NU. Satu sisi ada yang mengatakan sebaiknya dua periode di Lombok Tengah dan ada yang meminta untuk maju di Pilgub. Semua masukan ini akan ditampung.
“Pro kontra ini kami tampung dahulu untuk kami sampaikan pada musyawarah besar ulama NU, sabar dahulu,” tegasnya.
Tuan Guru Darek ini akan menjadikan bahan pembahasan para ulama dengan segala untung ruginya. Tetapi bagi Tuan Guru Ma’arif Makmun Dirangsa ini adalah kesempatan emas bagi Pathul Bahri, sebab dia (Pathul Bahri, red) memiliki modal dasar yakni Pathul sedang menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, Partai Gerindra sedang berkuasa dimana Prabowo akan menjadi Presiden tentu akan mendapatkan dukungan besar dari Presiden nanti.
“Seluruh kader Gerindra akan satu memenangkan ketuanya dan militansi kader Gerindra tak ubahnya seperti militer, siaap gerak,” katanya.
Modal dasar lain katanya, Pathul Bahri adalah Ketua Tanfidziah NU Lombok Tengah yang secara otomatis seluruh jemaah NU akan memberikan dukungan politik kepada Pathul Bahri. Modal lainnya adalah ormas NW Anjani sedang berada di gerbong Gerindra.
“Kalau NU-NW bersatu maka akan selesai apa-apa ini,” yakin sesepuh NU ini.
Pria sekaligus Ketua BAZNAS Lombok Tengah ini menegaskan setelah para ulama NU kumpul, Ulama NW juga akan kumpul untuk menyatakan sikap baru selanjutnya nanti ulama NU dan NW bertemu termasuk juga menentukan siapakah pendamping Pathul Bahri nanti jika Ulama NU NW merestuinya maju di Pilgub NTB.
Di tempat yang sama, Ketua Tanfidziah DPC NU Lombok Tengah sekaligus Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri mengatakan kegiatan halal bihalal ini adalah kegiatan rutin dari NU setiap tahunnya.
Pada kesempatan itu, bupati sempat menyinggung soal pilihan Kepala Daerah baik tingkat Kabupaten-kota dan Pilgub. Menurut Pathul pemilihan bupati dan gubernur akan dilaksanakan tahun ini secara serentak, tentu seluruh masyarakat harus berpartisipasi mensukseskan kegiatan itu. Lalu siapa figurnya, Bupati menegaskan bahwa cukup banyak berminat dan Lombok Tengah tidak kekurangan kader potensial.
Terkait pertanyaan dirinya apakah akan maju atau tidak, Pathul Bahri mengatakan setiap kontestasi politik yang diikutinya itu tidak lepas dari dukungan dan dorongan spiritual dari para ulama ulama NU khususnya.
“Kalau para ulama bilang kamu maju maka saya akan maju, sebaliknya kalau ulama bilang jangan maju maka saya tidak akan maju, karena itu semua sangat tergantung dari doa dan restu dari para ulama itu,” katanya tegas.(red)







