Petugas Kebersihan Loteng Dianaktirikan, Sejak 2017 Terima Honor 500 Ribu

oleh -2408 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Tiga petugas kebersihan saat menaikan sampah ke atas bak truk sampah Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah.

 

LOMBOK – Petugas kebersihan di Lombok Tengah dianaktirikan. Sejak tahun 2017 silam sampai tahun 2024, honor mereka tak kunjung dinaikan pemerintah daerah. Selama ini petugas kebersihan menerima honor Rp. 500 ribu perbulannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi mengakui jika petugas kebersihan honorer sejak tahun 2017 dengan SK Bupati upahnya tidak pernah naik.

Sementara itu beban kerja mereka pengangkutan sampah kadang lebih daripada jam kerja sehari-hari, terlebih jika ada acara ataupun momen tertentu yang membutuhkan tenaga mereka. Salah satunya momen pelepasan Jemaah calon haji di halaman Masjid Agung, Minggu sore kemarin.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis, Sasar 9 Ribu Pelajar di Lombok Tengah

Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, pihaknya telah mengusulkan rencana penambahan honor petugas. Akan tetapi karena anggaran yang terbatas membuat ini belum bisa terwujud.

“Itu yang sedang kita pikirkan untuk penambahan honornya, mudah-mudahan nanti dari TAPD bisa membantu mereka meningkat honor,” terangnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa (14/5/2024).

Sementara, soal potensi tenaga honorer kebersihan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), ia berharap bisa dilakukan oleh pihaknya. Namun hal tersebut tergantung bagaimana kebijakan Pemkab Lombok Tengah terkait pengangkatan tenaga teknis kebersihan.

Baca Juga  Kelan Bergabung di Komisi IV, Langsung Sentil Kondisi Dunia Pendidikan

“Kita sangat mengharapkan seperti itu, jadi kalau sudah diangkat statusnya sebagai P3K sudah jelas statusnya dan penghasilan sudah jelas bisa kita arahkan mereka,” katanya.

 

Sementara itu dirinya merasa memiliki beban yang berat, karena bisa jadi para tenaga kebersihan mengeluh terkait tak seimbangnya beban kerja dengan upah honor yang diterima selama ini.

“Dalam hati mereka kan kita nggak tau kan apa masih bisa menerima dengan penejelasan kita bahwa ada proses yang kita usulkan,” ungkap dia.

 

Diketahui saat ini total jumlah tenaga kebersihan di Lombok Tengah baik berstatus ASN ataupun honorer 170 orang, namun rinciannya berapa honorer dan ASN ia mengaku tidak mengetahui.

Baca Juga  Pesan Bupati Loteng untuk Tiga Anggota Dewan PAW

 

Sarkin menambahkan, tenaga honorer tersebut ada yang bertugas sebagai penyapu jalan, sopir dump truck sampah, serta pengangkut sampah.

Untuk saat ini jumlah tenaga kebersihan tersebut mau tidak mau harus bisa dimaksimalkan pihaknya untuk menangani sampah di Lombok Tengah.

“Tenaga dan prasarana yang ada ya kita maksimalkan, misalnya biasanya angkut sampah dua kali sehari ke TPA kalau ada kegiatan mungkin bisa tiga kali,” ceritanya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.