LOMBOK – Pihak PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Mandalika kembali terganggu dengan banyaknya ternak milik warga yang berkeliaran di sekitar Sirkuit Mandalika.
Selain terganggu, pihak ITDC juga menyebutkan jika ini mengganggu wisata di Mandalika. Maka dari itu, pihak ITDC meminta kepada warga untuk mengendangkan ternak mereka.
Kepala Bidang (Kabid) Produksi Peternakan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Pajarudin mengaku telah berkomunikasi dengan pihak konsultan ITDC agar persoalan ini bisa dibantu oleh pemerintah.
“Kami tidak melalui surat tapi ada komunikasi. Kami sudah beberapa kali pendekatan agar pemindahan sapi dan kerbau warga ke lokasi baru,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu (22/5/2024).
Dari persoalan ini pihak ITDC, kata Pajarudin merasa terganggu. Sehingga melalui Dinas Pertanian Lombok Tengah ITDC meminta bantuan agar bisa disampaikan kepada peternak di sekitar Mandalika.
“Yang sulit sekarang meminta warga memindahkan atau mengandangkan ternak mereka ke lokasi baru, lebih lagi sebagian besar peternak di sana mencari kebutuhan hidup dengan melaut. Jadi ternak mereka dilepas kalau mereka pergi melaut,” terangnya.
Dijelaskan dia, biasanya ternak warga ini dikandangkan ketika musim tanam. Tapi selesai panen warga kebiasannya melepas ternak mereka.
Maka dari itu, adapun rencana pihaknya dari dinas akan melakukan pendekatan kepada warga. Disamping itu, pihak dinas juga meminta ITDC untuk menyiapkan lahan Hak Pengelola Atas Tanah atau HPL yang tidak digunakan bisa dijadikan kandang terak warga.
“Kalau kita paksa ke lokasi baru di sana kan pemukiman jauh dari korot, tidak mungkin warga pelihara sapi di belakng rumah,” tuturnya.
Sulitnya lagi menjelaskan, rata-rata peternak berusia di atas 50 tahun. Sementara untuk merubah ini diyakininya sulit. Tetapi pihaknya akan coba melalui pendekatan.
“Kalau pengakuan pihak konsultan ITDC ternak warga ada yang masuk ke dalam menuju Sirkuit Mandalika,” katanya menceritakan pengakuan pihak ITDC.
Jalan satu-satunya sekarang ini, pihaknya akan kembali melakukan pendekatan persuasif atau jalur kekeluargaan. Nanti pihak dinas akan memulai dengan mensosialisasikan melalui penyuluhan kesehatan hewan warga.
“Bagaimana cara menjaga kesehatan ternak, memberikan pakan bahkan kandang ternak. Kami belum ada rencana lain karena sifatnya tendisius, jangan sampai membuat masalah baru,” pungkasnya.
Dari keluhan ini, belum ada pihak PT. ITDC yang bisa dikonfirmasi Koranlombok.id.(dik)





