Polisi Dalami Dugaan Malpraktek Oknum Perawat di Desa Barabali

oleh -2587 Dilihat
FOTO ILUSTRASI

 

LOMBOK – Penyidik Tipiter Reskrim Polres Lombok Tengah mulai mendalami kasus dugaan malpraktek diduga dilakukan oknum perawat di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata yang dikonfirmasi menegaskan jika laporan kasus dugaan malpraktek di Desa Barabali ini sudah diterima polres.

“Sudah saya tanyakan ke penyidik Tipiter dan kasus ini sedang didalami,” terangnya saat dihubungi redaksi Koranlombok.id, Jumat (7/6/2024) siang.

Dari laporan yang baru saja masuk ini, penyidik baru telah memintai keterangan dari Fauzan sebagai pihak pelapor. Selanjutnya dalam kasus itu, penyidik dalam waktu dekat mengklarifikasi terlapor.

“Ini aduan bentuknya yang kami terima, yang jelas terlapor segera kita mintai keterangan,” katanya.

Baca Juga  Nasdem Lobar Tak Respons Penurunan Bendera di Markas AMIN

 

Dalam kasus ini, oknum perawat inisial I dari Desa Barabali dilaporkan kepada pihak kepolisian Polres Lombok Tengah. Oknum perawat itu dilaporkan atas sangkaan melakukan malpraktek kepada Inaq Maal, 65 tahun warga Dusun Barabali I, Desa Barabali.

Dari pengakuan anak dari Inaq Maal, Kamarudin menceritakan jika sekarang ibunya telah divonis diserang kanker ganas. Awalnya sang ibu mengalami pembengkakan di area antara rahang dengan leher sejak sekitar 3 bulan lalu.

Ia sempat memberikan pengobatan tradisional namun kondisi benjolan tersebut memerah dan berair serta akhirnya pecah, mengetahui hal tersebut dirinya memanggil perawat untuk membersihkan luka ibunya saat itu.

Baca Juga  Pedagang Pasar Renteng Akan Geruduk Kantor Bupati Lombok Tengah

“Kami kira bisul biasa dan sudah dibersihkan kemudian diperban, jadi penumpukan cairan itu membuat infeksi, kemudian sekitar 15 hari kemudian kita disarankan oleh perawat itu dibawa ke RS Bodak karena lukanya berlubang,” ceritanya.

 

Kamarudin mengatakan terkait dugaan kesalahan penanganan yang dilakukan oleh oknum perawat tersebut, ia tidak mengetahui secara pasti. Sebab sampai sekarang dirinya tak mengetahui penyakit apa yang diderita sang ibu.

“Kita kan tidak tahu penyakitnya apa, kita kan sebagai orang Sasak taunya ini ‘denggong’ ya kita pengobatan tradisional dulu,” katanya.

Sementara itu dirinya mengatakan tidak mengetahui kabar terkait dugaan adanya malpraktek, ia mengaku memiliki keterbatasan akses informasi. Kamarudin mempersilakan siapapun yang ingin membantu ibunya mendapatkan akses pengobatan.

Baca Juga  Penampakan Air Mancur 3 Miliar di Taman Muhajirin, Air Berubah Warna

“Masalahnya semua orang yang datang ini kita tidak tau, tiba-tiba kita ditanyakan begini begitu, makanya yang bilang itu siapa karena pihak keluarga tidak pernah bicara,” ungkap dia.

Pihaknya berharap ada tindak lanjut terkait perawatan ibunya, karena ada saran dari RSUP NTB agar dilakukan kemoterapi namun masih menunggu hasil laboratorium yang masih diperiksa di Surabaya.

“Janjinya 2 atau 3 bulan baru bisa dilakukan gimana pengobatannya apakah kemoterapi dan radiasi atau dioperasi,” pungkasnya.(red/nis)

 

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.