Tujuh Desa Krisis Air Bersih, Warga di Lombok Timur Terpaksa Beli Air

oleh -3309 Dilihat
Ilustrasi Krisis Air Bersih

LOMBOK – Sebagian warga di Kabupaten Lombok Timur mulai merasakan dampak musim kemarau. Lebih-lebih masyarakat di Kecamatan Jerowaru. Pasalnya, sejak awal Juli warga terpakasa membeli air.

Camat Jerowaru, Lalu Kamaruddin menerangkan jika beberapa desa di Kecamatan Jerowaru mulai terdampak parah musim kemarau. Sebagian besar sumber mata air di sana mengering. Akibatnya warga harus membeli air untuk bisa mencukupi kebutuhan setiap hari-hari.

Camat mencatat dari 15 desa yang ada di Kecamatan Jerowaru, terdapat tujuh desa yang terdampak krisis air bersih yakni, Desa Sekaroh, Desa Serewe, Desa Batu Nampar Selatan, Desa Ekas Buana, Desa Kuwang Rundun, Desa Wakan, dan Desa Batu Nampar.

Baca Juga  Siswi SD Diduga Korban Bullying di Lombok Timur Sampai Dilarikan ke Rumah Sakit

“Untuk memenuhi kebutuhan warga beli dari pemilik mobil tangki,” ungkapnya pada jurnalis Koranlombok.id Selasa (23/7/2024).

Diceritakan dia, harga  air bersih per tangkinya bervariasi tergantung jarak tempuh. Dimana untuk wilayah Desa Sekaroh misalnya warga dapat membeli air Rp. 200 – 300 ribu per tangkinya. Sedangkan untuk Desa Serewe Rp. 150- 250 ribu.

“Kemudian untuk wilayah Desa Batu Nampar Selatan harga beli air bersih pertangkinya Rp. 200-250 ribu,” ceritanya.

Baca Juga  Soal Diskon, DPRD Loteng Segera Klarifikasi Direktur RSUD Praya

Kondisi ini, kata camat, diperkirakan akan terus terjadi selama beberapa bulan kedepan sampai musim penghujan. Warga akan bergantung dengan membeli air bersih sembari berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak lain berupa distribusi air bersih.

Disentil adanya bantuan dari pemerintah, camat menyebutkan sejauh ini hanya sempat ada bantuan dari pihak ketiga yang mendistribusikan air bersih di beberapa titik. Namun demikian warga tetap masih membutuhkan bantuan air bersih hingga nanti masuknya musim hujan.

Baca Juga  Rute Lomba Pawai Lampion Diperpendek, Hadiah Juara Pertama 10 Juta

“Dari BPBD kelihatan belum, tapi ada sumbangan pihak ketiga satu sampai dua tangki di lokasi tertentu,” sentilnya.

Meskipun di Desa Pemongkong dan Desa Pare Mas sudah dilayani PDAM, namun pihaknya tetap berharap adanya bantuan air bersih kepada masyarakat sehingga nantinya masyarakat tidak terlalu dibebani dengan kebutuhan air bersih yang harga belinya cukup tinggi.

“Alhamdulillah masyarakat di Desa Pemongkong dan Desa Pare Mas sudah dilayani PDAM sekalipun belum sempurna,” katanya.(fen)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.