LOMBOK – Sebagian warga di Kabupaten Lombok Timur mulai merasakan dampak musim kemarau. Lebih-lebih masyarakat di Kecamatan Jerowaru. Pasalnya, sejak awal Juli warga terpakasa membeli air.
Camat Jerowaru, Lalu Kamaruddin menerangkan jika beberapa desa di Kecamatan Jerowaru mulai terdampak parah musim kemarau. Sebagian besar sumber mata air di sana mengering. Akibatnya warga harus membeli air untuk bisa mencukupi kebutuhan setiap hari-hari.
Camat mencatat dari 15 desa yang ada di Kecamatan Jerowaru, terdapat tujuh desa yang terdampak krisis air bersih yakni, Desa Sekaroh, Desa Serewe, Desa Batu Nampar Selatan, Desa Ekas Buana, Desa Kuwang Rundun, Desa Wakan, dan Desa Batu Nampar.
“Untuk memenuhi kebutuhan warga beli dari pemilik mobil tangki,” ungkapnya pada jurnalis Koranlombok.id Selasa (23/7/2024).
Diceritakan dia, harga air bersih per tangkinya bervariasi tergantung jarak tempuh. Dimana untuk wilayah Desa Sekaroh misalnya warga dapat membeli air Rp. 200 – 300 ribu per tangkinya. Sedangkan untuk Desa Serewe Rp. 150- 250 ribu.
“Kemudian untuk wilayah Desa Batu Nampar Selatan harga beli air bersih pertangkinya Rp. 200-250 ribu,” ceritanya.
Kondisi ini, kata camat, diperkirakan akan terus terjadi selama beberapa bulan kedepan sampai musim penghujan. Warga akan bergantung dengan membeli air bersih sembari berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak lain berupa distribusi air bersih.
Disentil adanya bantuan dari pemerintah, camat menyebutkan sejauh ini hanya sempat ada bantuan dari pihak ketiga yang mendistribusikan air bersih di beberapa titik. Namun demikian warga tetap masih membutuhkan bantuan air bersih hingga nanti masuknya musim hujan.
“Dari BPBD kelihatan belum, tapi ada sumbangan pihak ketiga satu sampai dua tangki di lokasi tertentu,” sentilnya.
Meskipun di Desa Pemongkong dan Desa Pare Mas sudah dilayani PDAM, namun pihaknya tetap berharap adanya bantuan air bersih kepada masyarakat sehingga nantinya masyarakat tidak terlalu dibebani dengan kebutuhan air bersih yang harga belinya cukup tinggi.
“Alhamdulillah masyarakat di Desa Pemongkong dan Desa Pare Mas sudah dilayani PDAM sekalipun belum sempurna,” katanya.(fen)





