Gubernur Iqbal Sentil Ponpes yang Berpolitik Pada Acara Perti di Bodak

oleh -1438 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Pimpinan Pusat Perti saat mengalungkan sorban kepada Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal acara berlangsung di Ponpes Yatofa, Bodak, Senin (5/5/2025).

 

 

LOMBOK – Tak ada hujan tak ada angin. Tiba-tiba Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal memberikan pesan agar pondok pesantren (Ponpes) tidak larut dalam kegiatan politik praktis. Hal ini disampaikan mantan duta besar Indonesia untuk Turki di acara peringatan berdirinya organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) ke – 97 di Ponpes Yatofa Bodak, Praya, Senin (5/5/2025).

 

“Kalau sudah fokus ke pendidikan ya fokusnya ya ke pendidikan, pesantren-pesantren fokuslah ke pendidikan jangan terlalu banyak ke politik nggih. Makanya tuan guru (Bodak, red) di sini fokus ke pendidikan makanya pesantrennya besar, rumah sakitnya besar,” katanya dalam sambutan.

 

Gubernur Iqbal dalam kesempatan itu memuji pimpinan Ponpes Yatofa, TGH. Fadli Fadil Thohir yang tetap fokus mengembangkan pelayanan kepada jemaah. Tidak hanya tentang pendidikan dan dakwah islam tetapi juga sampai dengan pelayanan sosial.

Baca Juga  Pilkades Ditunda, Dewan Rifa’i Minta DPMD Segera Konsultasi Revisi Perda

 

“Karena diantara saudaranya beliaulah paling fokus terhadap pendidikan dan pelayanan sosial, setiap hari hanya memikirkan dalam hati jemaah. Beruntung pelungguh jadi jemaah beliau,” tuturnya sedikit menyanjung.

Ditegaskan Iqbal, kegiatan politik yang kerap dilakukan oleh oknum pengurus Ponpes ataupun organisasi keagamaan alih-alih dapat menyatukan jemaah, justru dapat menimbulkan perpecahan akibat beda pilihan politik.

 

Iqbal mengatakan hal tersebut sempat terjadi dengan Perti yang kehilangan peran karena masalah perpecahan akibat politik dan baru islah pada tahun 2016.

Baca Juga  Kontraktor di NTB Ancam Duduki Kantor Gubernur

 

“Jadi kalau fokus ke jemaah pengajian ya pengajian, tadi sudah diceritakan bahwa Perti itu akan fokus ke ekonomi, nah nanti Perti bisa mengambil contoh ke tuan guru yang bukan hanya punya rumah sakit tetapu juga beliau melakukan agrobisnis membuat jamu dimana jemaahnya menanam herbal yang dibuat menjadi jamu,” sebutnya.

 

Ditegaskan Iqbal, politik adalah jalan untuk mencapai tujuan kebaikan, dan jangan membuat politik sebagai tujuan. Jangan sampai karena berbeda pilihan politik membuat satu sama lain menjadi benci.

 

Gubernur NTB menyatakan diri sebagai milik seluruh masyarakat NTB, terlepas berbeda pilihan masyarakat saat Pilkada lalu.

“Pokoknya kalau masyarakat meminta bantuan insyaallah kami berikan, ikut kita pikirkan juga. Mangkin (sekarang, red) Pilkada sudah selesai semua mari kita bersatu kembali,” serunya.

Baca Juga  Menkumham Sebut APH Ujung Tombak Mengimplementasikan KUHP

 

Iqbal menekankan kepada masyarakat untuk nengutamakan pendidikan kepada buah hati mereka dibandingkan membeli rokok ataupun membeli benda lain seperti, kendaraan. Hal tersebut karena pendidikan merupakan batu lompatan suatu keluarga bisa lepas dari jerat masalah kemiskinan.

“Belikan anak buku, tabungan untuk kuliah. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah karena hanya pendidikan yang bisa memberikan batu lompatan,” yakinnya.

 

“Kalau orang miskin tidak berpendidikan terus melahirkan orang miskin sampai dua atau tiga keturuan, kalau mau keluar dari kemiskinan salah satu jalannya adalah pendidikan,” tutupnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.