LOMBOK – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, Ihsan menegaskan jika program koperasi merah putih berbeda dengan Program Badan Usaha Milik Desa (BumDes), begitu juga Koperasi Unit Desa (KUD) yang dilaksanakan pada zaman orde baru lalu.
Kata Ihsan, program koperasi merah putih ini nantinya akan dipantau langsung oleh 18 kementerian. Bukan seperti program koperasi lainnya yang hanya dipantau oleh Kementerian Koperasi dan UMKM.
“Ada pendampingan dari berbagai kementerian yang ikut mengawal dan memastikan program koperasi berjalan, kalau yang kemarin kan hanya Kementerian Koperasi tok,” tegasnya kepada jurnalis koranlombok.id di Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (2/6/2025).
Dijelaskan Ihsan, sementara itu anggota pengurus koperasi merah putih dipilih oleh masyarakat dan ditetapkan oleh Pemdes berbeda dengan anggota BumDes yang dipilih oleh kepala desa.
Klaim Ihsan, saat ini ada 154 desa di Lombok Tengah yang menyatakan kesiapannya mengikuti program koperasi merah putih, sementara itu masing-masing koperasi akan diberikan dana kredit sebesar Rp 3 milliar untuk dikelola.
Ditambahkannya, dana koperasi tersebut diperuntukan untuk mengembangkan platform bisnis mereka, tergantung dari potensi yang dimiliki setiap desa untuk menghasilkan produk atau jasa.
“Ya nanti masing-masing butuh apa potensi tiap desa kan beda-beda. Nanti akan dibuatkan pada platform bisnisnya, ya sudah ada gerai, sudah ada keputusan dan contoh atau apapun potensi itu yang menggerakan koperasi,” katanya.
Ditambahkan dia, sementara ini dana dari pemerintah pusat untuk program koperasi merah putih masih belum diterima oleh daerah. Pada hari ini salah satu koperasi di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur telah launching pemberian akta notaris pendirian oleh Kemenkumham.
“Kita sudah mempersiapkan sesuatu yang berkaitan dengan program koperasi merah putih, alhamdulilah kita yang paling pertama di Indonesia baik pembentukannya maupun akta notarisnya semua di Lombok Tengah,” klaim Ihsan.(nis)






Apakah ada petugas koperasi yang memiliki kemampuan akademik linier dengan bidang itu?