Modal 400 Ribu, Wisnu Sukses Kembangkan Budidaya Lobster Air Tawar di Praya

oleh -1653 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / DARI TENGAH: Wisnu Elman Bunaya saat menjelaskan kepada Lurah Praya di lokasi budidaya lobster air tawar.

 

 

 

 

LOMBOK – Sosok pemuda berusia 26 tahun ini patut dijadikan contoh. Namanya, Wisnu Elman Bunaya. Dia  merupakan anak muda jebolan Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Sekarang dia tengah fokus mengembangkan budidaya lobster air tawar di kampung halamannya di Kota Praya.

Wisnu berhasil mengembangkan usaha budidaya lobster air tawar yang sekarang nilainya mencapai Rp 30 juta lebih. Usaha ini ia kembangkan hanya dalam waktu 2 tahun.

Diceritakan Wisnu, usaha ini dia mulai jalankan sejak awal 2022. Ia menekuni secara serius pada akhir tahun 2022 hingga awal 2023. Dirinya mengaku tertarik membudidayakan lobster air tawar karena komoditas ini masih kurang dilirik masyarakat. Padahal menurut dia, memiliki nilai jual yang tinggi.

Baca Juga  Kemenpan-RB Tak Setujui Usulan Penambahan 810 Formasi P3K di Loteng

 

“Lobster ini belum banyak diminati, tapi kalau orang paham bisa jadi komoditas eksklusif. Memang panennya lebih lama, tapi sebanding dengan harga jualnya,” katanya kepada media di lokasi budidaya, Senin (28/7/2025).

 

Wisnu menambahkan, pasar lobster air tawar masih cukup terbuka karena belum ada harga baku dan belum banyak yang mengendalikan harga di pasaran. Untuk itu, dia menggunakan patokan harga di Pulau Jawa sebagai acuan.

 

Untuk modal awal mengembangkan budidaya ini, dia hanya mengeluarkan uang kantongnya sekitar Rp 400 ribu. Dimana benih lobster dibeli seharga Rp 1.700 per ekor. Untuk tebaran bisa mencapai 40 ekor per meter persegi. Dirinya menyebut budidaya lobster tergolong murah jika sudah memiliki tempat.

Baca Juga  Bayi Menyerupai Kaki Enam Ditangani Delapan Dokter Spesialis

 

Dikatakannya, dalam proses budidaya lobster air tawar tergolong mudah dirawat. Karena tidak mudah terserang penyakit. Menurutnya, hewan ini mampu mengganti kulit sebulan sekali, sehingga penyakit yang menempel dapat hilang seiring proses regenerasi tubuh.

“Kalau ada bagian tubuh yang hilang, bisa tumbuh lagi. Penyakitnya juga tidak mudah menyebar, kecuali airnya bermasalah,” tuturnya.

Baca Juga  Evakuasi 28 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, Empat Ditemukan Meninggal

Di samping itu, dari segi pakan lobster tidak membutuhkan makanan khusus. Bahkan nasi pun bisa diberikan, tapi jika makanan yang protein kurang makanya akan memperlambat pertumbuhan lobster.

 

Sekarang Wisnu telah memiliki 12 mitra yang ikut mengembangkan budidaya lobster air tawar bersamanya. Penghasilannya kisaran 6 sampai 7 juta per bulan. Sementara keuntungan bersih dia terima per bulannya sekitar Rp 3,5 juta sampai 4,5 juta.

“Saya melihat peluang ini dari latar belakang saya di agribisnis. Jadi saya manfaatkan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.