Dewan Nurul Adha Dorong Kemenag Buat Regulasi Keamanan di Ponpes

oleh -1018 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Anggota DPRD Lombok Tengah (Hj. Nurul Adha)

 

 

 

LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah dari daerah pilih Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara, Hj. Nurul Adha turut prihatin atas peristiwa kekerasan kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren (Ponpes). Baru ini terkuak kasus bullying yang berujung pada pembakaran tiga santri di Pondok Pesantren Rosyidatul Shaulatiyah NW di Dusun Sengkol II, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang. Korbannya satu meninggal dunia dan dua luka bakar serius.

Baca Juga  Dewan Minta Pemkab Loteng Gelar Operasi Pasar

 

Kata Nurul Adha, kasus seperti ini selalu muncul dalam waktu berdekatan di kalangan Ponpes maka harus ditangani secara serius. Jangan sampai kasus – kasus semacam ini mencoreng citra Ponpes dan menyebabkan masyarakat tak percaya dengan sistem pendidikan berbasis agama.

 

Ditegaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus serupa. Kementerian Agama (Kemenag) yang menjadi lembaga mengurusi Ponpes harus mendorong membuat regulasi keamanan di Ponpes.

Baca Juga  Pemkab Loteng Siapkan 43 M untuk THR ASN, PPPK Hingga DPRD

“Sebenarnya pihak Kemenag harus lebih responsif dengan kasus yang ada, yakin saya pihak Kemenag sudah menangani tetapi harapan kita secara continue tidak hanya seperti ini baru diawasi,” tegasnya kepada Koranlombok.id, Rabu 10 Juni 2026.

Nurul Adha meminta kepada Ketua Komisi IV agar membicarakan hal ini lebih lanjut dengan Kemenag termasuk lembaga pengurus Ponpes. Sehingga kasus kekerasan tidak terulang kembali, termasuk memasukan sejumlah aturan Perda terkait perlindungan anak dari kekerasan.

Baca Juga  Lolos PPPK, 233 Pendamping PKH Dilantik Siang Ini di Kantor Bupati Lombok Tengah

 

Dia menekankan setiap guru dan pengasuh di Ponpes untuk lebih ketat mengawasi para santri, begitu juga orang tua wali santri harus aktif memantau kondisi putra putri mereka di Ponpes.

“Supaya masyarakat paham jangan sampai melepas begitu saja anak-anak mereka,” tutupnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.