Kolaborasi Lintas Generasi Cara Ampuh Stop Tambang Illegal di NTB

oleh -1582 Dilihat
FOTO DOK PRIBADI / Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Tengah : Sadamhusen

 

 

LOMBOK – Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Tengah, Sadamhusen menegaskan bahwa keterlibatan anak muda tidak berhenti pada partisipasi pasif. Apalagi di tengah maraknya tambang illegal di Provinsi NTB.

 

Katanya, mereka juga menjadi motor penggerak yang membawa energi, ide segar, dan pendekatan baru untuk melawan praktik penambangan yang merusak lingkungan.

 

 

“Generasi muda hadir dengan semangat dan kreativitas yang luar biasa. Mereka memanfaatkan teknologi, mengedukasi masyarakat, dan menciptakan tekanan publik agar aktivitas tambang ilegal segera dihentikan,” ujar Sadamhusen.

Baca Juga  Polisi Beberkan Identitas Empat Korban Kecelakaan Maut di Lombok Tengah

 

Menurut Sadam, salah satu kontribusi terbesar generasi muda adalah pemanfaatan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter) untuk menyebarkan informasi tentang dampak buruk tambang ilegal di NTB. Konten kreatif seperti infografis, video pendek, dan kampanye tagar dinilai efektif menjangkau audiens luas dalam waktu singkat.

 

“Media sosial menjadi alat yang ampuh untuk membangun kesadaran publik. Pemuda bisa mengajak masyarakat peduli, mengedukasi tentang dampak positif maupun negatif keberadaan tambang, sekaligus mendorong perubahan sikap,” jelasnya.

 

Meski demikian, perjuangan mereka tidak lepas dari hambatan. Sadamhusen mengungkapkan, para aktivis muda kerap menghadapi ancaman fisik di lapangan dari pihak-pihak yang tidak ingin aktivitas ilegal mereka terganggu.

Baca Juga  DPRD Lombok Tengah Usulkan Ranperda Pengelolaan dan Pemanfaatan Rusunawa

 

Di ranah digital, ancaman datang dalam bentuk disinformasi dan perundungan siber yang dirancang untuk meruntuhkan semangat dan kredibilitas para pegiat lingkungan. Keterbatasan sumber daya dan dukungan juga menjadi tantangan yang memperberat langkah mereka.

 

Sadamhusen menilai, formula efektif untuk memperkuat gerakan ini adalah kolaborasi lintas generasi. Pemuda membawa semangat, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menggaungkan pesan. Sementara generasi tua memberikan kebijaksanaan, pengalaman, serta jaringan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan politik dan sosial.

Baca Juga  Rugi 10 Juta, Tanaman Petani Tembakau Dirusak di Pendem

 

“Jika semangat digital pemuda dipadukan dengan kekuatan akar rumput generasi tua, maka kampanye ini tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

 

Ia optimistis, dengan sinergi tersebut, gerakan anti-tambang ilegal di NTB dapat menjadi gerakan yang tidak hanya vokal, tetapi juga berdaya guna, berdampak nyata, dan mampu menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.