14 Aliansi Turun Demo, Salah Satu Tuntutan Pembayaran Lahan di Mandalika

oleh -1471 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Lintasan Sirkuit Mandalika terlihat dari atas Bukit 360. Sirkuit ini dibangun di atas lahan masyarakat.

 

 

LOMBOK – Setidaknya ada 14 aliansi akan turun aksi demo ke Kantor Gubernur NTB, Rabu 24 September 2025. Ada banyak tuntutan bakal disampaikan pendemo. Salah satunya terkait pembayaran lahan masyarakat di sekitar Kawasan Mandalika yang belum dibayar PT ITDC.

 

Informasi yang diterima Koranlombok.id, ada banyak elemen akan terlibat. Termasuk hadirnya 14 aliansi yang telah menyatakan kesiapan bergabung turun menyuarakan aspirasi masyarakat terdampak pembangunan mega proyek di Mandalika.

 

Ini 14 nama aliansi:

 

ASLI Mandalika

AGRA NTB

LSP Mataram

SP Mataram

SPN

Baca Juga  Pencuri Kabel di Bypass Terancam Hukuman Tujuh Tahun Penjara

UKM Pilar Seni

LSBH

FMN NTB

Osistala

BEM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Palapa Nusantara

BEM Institut Studi Islam Sunan Doe

Mahasiswa Pecinta Alam Lombok Timur

Forum Mahasiswa Lombok Timur

BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi

 

 

“Ada 14 aliansi demokrasi baru untuk kedaulatan rakyat NTB,” kata singkat Ketua FMN NTB, Sirajul Athar kepada Koranlombok.id.

 

 

“Kami dari Aliansi Solidaritas Masyarakat Lingkar Mandalika (ASLI Mandalika) akan turun demo besok pagi. Ya termasuk aliansi lainnya,” sambung Ketua ASLI Mandalika, Adi Wijaya kepada Koranlombok.id, pagi ini.

Baca Juga  Kesadaran Besama Kunci Penanganan Konflik di Kabupaten Bima

 

Dalam sambungan telepon, Adi menegaskan, sebagai Ketua ASLI Mandalika yang baru pihaknya berjanji akan terus menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas dampak. Termasuk dirinya yang menjadi korban.

 

“Kalau yang kami tahu ada sembilan aliansi itu ada Agra NTB, FMN, LSBH, ASLI Mandalika dan lainnya,” bebernya.

 

Dikatakan Adi, dalam aksi ini pihaknya berharap lahan masyarakat yang tuntas dibayar oleh ITDC untuk segera dibayar.

 

“Kami berharap dunia melihat keadaan kami yang terusir dan terasing dari tanah kami yang sekarang menjadi sirkuit dan seluruh kawasan Mandalika, sehingga pemerintah dan ITDC tergerak untuk menjalankan tangungjawabnya dalam memahami hak kami yang dirampas,” katanya.

Baca Juga  KKCI Lombok Peduli, Bantu Warga Tak Mampu dan Sakit-sakitan di Desa Barabali

 

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah dan ITDC tidak melakukan pengerahan aparat keamanan yang berlebihan dan tidak melakukan penyisiran rumah warga. Termasuk intimidasi dan yang menakuti warga.

“Lahan kami punya lahan, masalah Bukit Tanjung Aan banyak belum diselsaikan. Kecauali Bukit Batik Bantar sudah tuntas sampai Meresek. Kalau lain 98 persen belum diselesaikan dan ini tanah masyarakat,” ungkapnya.(red)

 

 

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.