LOMBOK – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Widarman menolak kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Sumbawa, 17 November 2025. Kapolri dijadwalkan bakal menghadiri panen raya emas Koperasi Selonong Bukit Lestari di Lantung, Sumbawa.
Selain itu, dalam pernyataan resminya Presiden BEM UTS menyampaikan juga secara terbuka permintaan kepada Kapolri untuk segera membebaskan rekan-rekan mahasiswa yang masih ditahan akibat aksi demonstrasi Agustus 2025.
“Kami menilai bahwa kedatangan Kapolri di Sumbawa adalah bentuk penghianatan terhadap mahasiswa Sumbawa. Sampai hari ini massa aksi belum juga dibebaskan. Mereka bukan kriminal, mereka tidak mencuri uang rakyat, mereka hanya menyuarakan suara rakyat,” tegasnya dalam rilis resmi yang diterima Koranlombok, Kamis, 13 November 2025.
Selain itu, BEM UTS juga meminta kepada Pemerintah Provinsi NTB agar memastikan izin tambang rakyat benar-benar berpihak dan memberikan manfaat kepada masyarakat Sumbawa. Bukan sebaliknya hanya dinikmati para elit semata.
“Pemprov NTB kami desa juga segera menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang transparan dan tepat sasaran terhadap pengelolaan tambang rakyat di Sumbawa,” pintanya.
“Kami tidak hanya ingin kekayaan alam Sumbawa diambil begitu saja, namun dampak lingkungan juga harus diperhatikan dengan baik. Pengelolaan tambang harus bertanggung jawab, mempertimbangkan keberlanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” sambung Widarman.(red)





