Pro Kontra Pedagang Pasar Renteng di Balik Penataan

oleh -860 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Wabup Lombok Tengah Muhammad Nursiah saat menerima perwakilan pedagang di Pasar Renteng, Rabu 19 November 2025.

 

 

LOMBOK  – Untuk kesekian kalinya pedagang di Pasar Renteng melakukan aksi protes. Lagi-lagi terkait penataan lokasi berjualan pedagang. Sejumlah pedagang menggelar aksi demo sebagai bentuk protes lantaran penempatan lapak dinilai tidak merata. Mereka mengaku ditempatkan di bagian ujung pasar yang sepi dari pembeli, sementara area timur justru menjadi pusat keramaian. Hal ini disampaikan Makniati seorang pedagang ikan di Pasar Renteng. Dia menilai lokasi yang ditempatinya tidak strategis.

 

“Karena saya berjualan di ujung sana, makanya sepi dan kurang pembeli,” katanya kepada media usia mediasi, Rabu 19 November 2025.

Baca Juga  NTB Borong Penghargaan Tingkat Nasional

 

Makniati berharap penataan ulang dapat dipertimbangkan agar seluruh pedagang memiliki peluang yang sama dalam mendapatkan pembeli dan tidak ada yang merasa dirugikan.

 

Ditambahkan pedagang lain Hilda, dia mempertanyakan sikap sebagian pedagang di area barat yang tidak setuju dengan keberadaan mereka di area sebelah timur.

 

“Dari dulu kami sudah diberikan tempat, lalu mengapa sekarang mereka tidak setuju kami berada di sana. Padahal kami di sana sudah resmi, dan kalau di sebelah timur dibolehkan, kenapa sekarang malah diributkan,” tanyanya.

 

Hilda menegaskan bahwa dia dan pedagang lain hanya berjualan sesuai penempatan yang sudah ditetapkan.

Baca Juga  Pemerintah Kerajaan Malaysia Tutup Penyaluran Pekerja Indonesia

 

 

 

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhammad Nusiah yang turun ke lokasi langsung mengatakan jika pedagang ingin menempatkan tempat yang kelihatannya banyak pembeli. Akan tapi melihat evaluasi kondisi pasar, pemerintah menginginkan mewujudkan kondisi aman, tertib, bersih dan harmonis.

 

“Dengan hasil evaluasi ini memang butuh penataan untuk melihat beberapa titik dengan fungsinya, tapi tetap mempertimbangkan aspirasi dari para pedagang agar jangan sampai keluhan pedagang ini tidak kita terima dengan baik. Semua pedagang kita harapkan apa yang kita sepakati harus kita laksanakan ,” tegas Nursiah.

Baca Juga  Sembilan Fraksi di DPRD Tolak Pilkades Sistem E-voting

Wabup menceritakan, pihaknya sudah tiga kali menerima hearing dan beberapa kali membahas dengan perwakilan pedagang. Dimana ada kesepakatan akan tetapi ketika evaluasi agar tidak terjadi seperti ini.

 

“Kita evaluasi kembali terkait bagaimana langkah penataannya,” katanya lokasi.

 

Terkait dengan keluhan pedagang yang berada di pinggiran, Nursiah menuturkan akan melihat kondisinya dulu bagaimana nanti para pedagang ini apakah memang kosong tidak ada pembeli baru aka dipertimbangkan.

 

“Kita lihat dulu nanti kita tugaskan dinas terkait untuk melihat terutama pada pedagang asongan ini,” pungkasnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.