LOMBOK – Dana hibah Rp 5 miliar dari Pemkab Lombok Tengah untuk perbaikan kubah Masjid Agung Lombok Tengah tahun 2020 diributkan lagi. Banyak pihak bertanya-tanya soal penggunaan dana segar itu.
Kali ini yang mengungkit dana hibah untuk perbaikan rumah Allah itu, Dir NTB Coruption Watch (NCW) Fathurrahman. Dia menduga dana hibah kubah Masjid Agung selama ini sengaja ditutupi agar tidak banyak masyarakat yang tahu kebenaran. Ia malah mempertanyakan kemana dana umat tersebut.
Menurut dia, setelah ada dana hibah kubah masjid agung semestinya sesuai bunyi naskah hibah namun sampai 5 tahun ini tetap tak terlihat ada perubahan terkait pembanguna fisik masjid agung. Sehingga pihaknya curiga dana tersebut memang tidak digunakan untuk perbaikan kubah.
“Ini sesuai dengan pegakuan mantan Bupati Lombok Tengah Suhaili yang saat itu membenarkan bahwa ada dana sebesar 5 miliar untuk rehab kubah masjid agung,” ungkapnya kepada media.
Terpisah, Inspektur Inspektorat Lombok Tengah Lalu Aknal Affandi mengklaim tidak ada masalah terkait dana hibah 5 miliar untuk perbaikan kubah masjid agung.
Aknal membenarkan adanya hibah Rp 5 miliar untuk perbaikan bagian kubah Masjid Agung pada tahun 2020. Sementara pengerjaan dilakukan pada tahun 2021 oleh PT Jaya Modern Teknologi.
“Saya nggak begitu tau perusahaan dari mana tetapi yang jelas di luar Lombok. Banyak yang dikerjakan tidak hanya bagian kubah saja tapi kan kita tidak hafal, kita sudah melakukan audit sesuai dengan RAB yang ada,” klaimnya kepada koranlombok.id, Jumat 28 November 2025.
Kendati demikian, Aknal mengaku telah melakukan audit terkait hibah pada tahun 2023 dan ditemukan ada dua temuan yakni, kelebihan bayar kepada pihak pelaksana sebesar Rp 16 juta dan juga denda pemutusan kontrak sebesar Rp 49 juta.
“Sehingga jumlahnya Rp 65 juta, semua itu sudah selesai atau lunas ditindak lanjuti,” tegasnya.
Soal mencuatnya persoalan dana hibah perbaikan kubah Masjid Agung di sosial media facebook, Aknal berdalih telah berkali-kali menjelaskan soal temuan hasil audit. Bahkan saat pertama isu tersebut mencuat ia telah memberi penjelasan kepada setiap kelompok masyarakat yang melakukan hearing.
“Saya terima hearing, saya jelaskan kemudian menunjukan hasil audit. Ini kan sudah sejak tahun 2023, jadi komentar saya sudah sering soal ini dan sudah banyak tau,” katanya.(nis)





