Dukung Wisata Bersih, Otsuka Resmikan Bank Sampah di Dusun Adat Sade

oleh -1766 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Penanaman pohon di acara peresmian Bank Sampah Eco Village Sade di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Jumat 12 Desember 2025.

LOMBOK – Dukung keberlanjutan wisata bersih di Kabupaten Lombok Tengah, PT Amerta Indah Otsuka atau perusahaan yang dikenal dengan produk Pocari Sweat ini meresmikan Bank Sampah Eco Village Sade di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Jumat 12 Desember 2025.

Presiden Komisaris PT Amerta Indah Otsuka, Roy Sparingga mengatakan kegiatan tersebut adalah pilot project yang diharapkan nantinya bisa ditiru oleh pihak lainnya dan kedepan akan dikembangkan lebih luas ke wilayah wisata lainnya di NTB.

“Kita ingin tidak berhenti sendiri kami terus mendampingi seperti pengalaman kami di tempat lain sampai mandiri, tantangan yang terbesar adalah perilaku. Jadi harapan kedepan bisa berubah karena ini desa wisata, sehingga gerakan wisata bersih ini bisa menjadi contoh juga bagi yang lain,” katanya kepada media.

Kata Roy, dipilihnya Dusun Adat Sade sebagai pelaksanaan program tersebut karena potensi yang dimiliki Sade sebagai tempat wisata budaya yang menjunjung adat serta istiadat masyarakat sasak untuk didorong bisa lebih berkembang lagi melalui gerakan wisata bersih.

Baca Juga  Diprank Oknum Panitia Fornas, Pelaku Transportasi Demo Depan Bandara Hari Ini

Nantinya akan memberikan juga pendampingan edukasi kepada masyarakat terkait pengolahan sampah organik dan dan anorganik, diketahui program bank sampah tersebut pertama kali dilaksanakan di kawasan wisata oleh pihaknya di Pulau Lombok, sementara itu sebelumnya program serupa telah berhasil dilaksanakan di Pasuruan dan Sukabumi yang merupakan daerah dekat dengan produksi mereka.

“Kita harapkan kebersihan bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan wisata, itu yang langka di Indonesia ya, banyak sentra-sentra tourism tapi itu menjadi tantangan, kita berharap program ini berjalan tidak sesaat tapi terus berkesinambungan,” katanya.

Di tempat yang sama, Corporate Communication Director PT Amerta Indah Otsuka Sudarmadi Widodo mengatakan, program tersebut akan dikembangkan sampai mandiri dan tak hanya memiliki kuantitas tetapi juga kualitas pengolahan sampah yang terus terjaga.

Pihaknya telah membuat road map pengelolaan Bank Sampah tersebut, pertama yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat soal pentingnya kesadaran memilah jenis sampah, kemudian masyarakat akan diajarkan cara pengolahan masing-masing jenis sampah yang ada dan dalam hal ini pihaknya akan bekerjasama dengan Poltekpar Lombok.

Baca Juga  Calon Mitra MBG Dipermainkan di Loteng, Diminta Keluarkan Fee Hingga Sumbangan Yayasan

Ditambahkannya, sampah organik akan dibuat sebagai pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik yang bisa didaur ulang akan disimpan di dalam Bank Sampah seperti botol plastik, kaca, logam dan akan dijual kembali.

“Akan kita edukasi, kalau organik nanti yang bisa di recycle masuk di sini. Jadi jangan dibayangkan Bank Sampah itu tempat penampungan sampah ya, jadi sampah yang punya nilai ekonomis kita masukan ke sini baru nanti dijual,” tuturnya.

Sedangkan sampah residu jika masih belum bisa diolah sementara waktu akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), dirinya berharap kedepan residu yang dihasilkan bisa sampai dengan nol dengan cara diolah menjadi eco brick atau dengan cara membuat sampah plastik menjadi kerajinan tangan dan kesenian seperti anyaman tikar dan lain sebagainya.

“Tapi kayak styrofoam kami belum punya tekniknya, dan harus dibuang ke TPA, tetapi yang dibuang ke TPA juga harus sangat sedikit biar nggak menggunung dan penuh,” ucapnya.

Baca Juga  Dokter Spesialis Kosong di Kabupaten Bima, Mataram Numpuk

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, Ahmadi mengatakan kebersihan, keamanan dan keindahan lingkungan di tempat wisata harus senantiasa dijaga dan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang.

Program yang dilakukan PT Amerta Indah Otsuka merupakan hal yang baik agar masyaakat pelaku usaha dan pengelola wisata untuk sadar soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari produksi sampah.

“Bank Sampah ini kan banyak yang melakukan, semakin banyak yang melakukan itu memberikan ruang yang luas bagi masyarakat maka semakin banyak yang sadar dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Ia berharap setiap desa bisa menerapkan pengolahan sampah serupa, tak terkecuali kawasan wisata yang notabenenya menjadi pusat keramaian aktivitas masyarakat. Yang terpenting untuk mewujudkan wisata bersih perlu andil masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Semua hal kalau didukung oleh masyarakat pasti akan mudah dilaksanakan,” yakinnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.