LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri membeberkan hasil rapat koordinasi pemerintah daerah dengan Injourney, baru-baru ini. Ceritanya, dalam pertemuan itu Injourney sebagai perusahaan induk dari ITDC membicarakan terkait permasalahan lahan di Bukit Seger kedepan. Hal ini disampaikan di lokasi acara pembukaan Fastival Seribu Putri di Mandalika, Jumat, 6 Februari 2026.
Pathul mengklaim telah diberikan lampu hijau dari pihak Injourney. Sementara itu dirinya dan pejabat lain turut membicarakan dan mengumpulkan sejumlah data dan dokumen terkait keberadaan Bukit Seger sebagai lokasi pusat event bau nyale tahunan digelar pemerintah.
Menurut politikus Partai Gerindara ini, hal itu sangat penting demi keberlangsungan budaya bau nyale atau tangkap cacing laut yang diadakan masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan agar bisa dilanjutkan oleh generasi akan datang.
“Seger itu harus menjadi milik masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, pusat bau nyale akan ada di tempat itu. Nanti kita akan undang budayawan untuk ikut memikirkan Seger itu apakah akan bangun macam-macam,” bebernya.
Di balik pembicaraan membahas keberadaan Bukit Seger, kepada media Pathul tidak membeberkan dasar sehingga dirinya tiba-tiba bicara Bukit Seger. Ia tidak menyebut jika sekarang Bukit Seger dikuasai oleh ITDC atau siapa.
Di samping itu, Pathul menceritakan hasil rapat koordinasi nasional yang diikutinya di Bogor beberapa waktu lalu. Katanya, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembersihan lingkungan pantai bersama.
“Orang datang ke Indonesia ini bukan melihat sampah tapi nelihat pantai yang ada, untuk itu perlu kami sampaikan mungkin hari apa Pemda dengan TNI dan Polri kami minta kebersamaannya,” tuturnya.(nis)





