LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Gerindra, TGH Mustamin Hafifi merespons permintaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Pemerintah Indonesia mundur sebagai anggota organisasi Board of Peace (BoP).
Ia membenarkan pendapat MUI untuk mendukung kemerdekaan Palestina seharusnya bukan dengan bergabung dengan organisasi yang dibentuk Amerika Serikat Donald Trump. Apalagi dengan mengeluarkan uang iuran setiap tahun Rp 17 triliun sumber APBN.
“Tapi kembali ke pemikir – pemikir kita yang tentunya lebih paham tentang politik, lebih paham tentang keamanan negara, itu banyak hal yang kita tidak tau tentang itu dan pasti mereka mencari hal terbaik lah soal hasil jejak pendapat dengan tokoh yang dipanggil,” terangnya kepada koranlombok.id, Kamis 5 Februari 2026.
Kata dia, soal gabungnya Indonesia ke BoP tersebut, sekilas menurut dia yang merasa awam soal bidang politik luar negeri memang terasa rendah jika Indonesia berada di bawah Amerika Serikat.
Sementara itu posisi Indonesia dalam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga dinilainya kurang kuat, karena yang mengambil keputusan hanya negara-negara besar dan berpengaruh.
Kendati demikian, terkadang pengambilan keputusan strategis yang dilakukan pemerintah tidak seperti yang masyarakat pikirkan, namun dirinya yakin bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki pertimbangan dan akan mencari solusi terbaik soal hal tersebut.
“Kan belum diputuskan nanti sejauh mana. Yang jelas Presiden tidak membelakangi MUI, Presiden tidak membelakangi orang-orang penting yang memiliki pemikiran hebat, pasti beliau mencari solusi terbaik,” yakinnya.(nis)





