LOMBOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Tengah merespons memanasnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat bersama Israel. MUI mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran karena dinilai memicu situasi mencekam di kawasan Timur Tengah.
Ketua MUI Lombok Tengah, H. Muhammad Nur menyampaikan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara serta nilai-nilai kemanusiaan.
“MUI Lombok Tengah mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran karena Iran adalah negara berdaulat. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan tidak sesuai dengan prinsip perikemanusiaan,” tegasnya kepada Koranlombok.id, Senin 2 Maret 2026.
Muhammad Nur menegaskan bahwa sikap tersebut tidak sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945, khususnya dalam upaya melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Katanya, MUI Lombok Tengah meminta pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP) yang disebut sebagai bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Nur, forum tersebut dinilai tidak efektif dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
“MUI Lombok Tengah meminta pemerintah Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace,” pintanya.
Selain itu, MUI Lombok Tengah juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar mengambil langkah-langkah maksimal untuk menghentikan perang serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.
“PBB, OKI kami harap bisa mengambil langkah penghentian peperangan ini,” singkatnya.(hil)





