LOMBOK – Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, Ferdian Elmansyah menyampaikan pada momen liburan lebaran ketupat menjadi hal penting bagi Kepala Dinas Pariwisata yang baru. Kadis bisa menangkap ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dapat meningkat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Ini juga momen Kadispar yang baru untuk membuktikan ke masyarakat juga menarik dikunjungi dan selarasa juga fasilitas yang disediakan, agar wisatawan bisa nyaman dan aman, biar kita hanya mengharapkan PAD yang tinggi saja tetapi menyediakan fasilitas yang seadanya,” katanya, Kamis 26 Maret 2026.
Selanjutnya pada momen libur lebaran hari raya Idul Fitri dan lebaran ketupat menjadi momen evaluasi bagaimana melihat potensi jumlah kunjungan wisatawan, kendati pengunjung kebanyakan merupakan wisatawan lokal. Dirinya berharap dibawah pimpinan baru, Dinas Pariwisata Lombok Tengah semangat untuk memajukan Lombok Tengah dapat terasa bagi masyarakat.
Apalagi diketahui banyak juga masyarakat yang tinggal di luar Pulau Lombok pada momen lebaran ini menyempatkan diri untuk pulang kampung dan berpotensi menjadi pengunjung ke setiap destinasi yang ada.
“Jadi momen lebaran ketupat jadi momen evaluasi untuk melihat apa saja yang terasa masih kurang di setiap destinasi – detinasi wisata yang kita miliki bisa lebih nyaman kedepan, jadi otomatis wisatawan merasa aman dan nyaman PAD juga bisa semakin meningkat,” ucapnya.
Sementara ini pihaknya di Komisi II melihat promosi pariwisata di Lombok Tengah masih terasa kurang, terutama sejumlah event di seputaran destinasi wisata yang dianggap masih dianggap kurang menarik dan diharapkan kedepan bisa lebih masif digelar tentu dengan sentuhan yang lebih kreatif.
Ferdi juga mengatakan rekomendasi Komisi II pada tahun lalu juga menekankan agar Dinas Pariwisata lebih gencar melakukan promosi pariwisata yang lebih menarik, dirinya juga mendorong Dispar juga kreatif berkolaborasi dengan semua pihak termasuk swasta untuk menggelar sejumlah event promosi, mengingat saat ini Pemda dihadapkan dengan efisiensi anggaran cukup besar dari Pemerintah Pusat.
“Ya jangan hanya nomenklaturnya saja yang ada namanya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tentu kerja – kerjanya juga harus kreatif, saya juga sudah menyampaikan sejak Kepala Dinas yang sebelumnya memang sangat dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dengan pihak lain atau swasta, karena tidak bisa kita melakukan event promosi sendiri,” pungkasnya.(nis)







