LOMBOK – Sosok Marbot Masjid Babbussalam di Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Saleh menghebohkan warga. Dia diam-diam menyumbangkan hasil tabungan yang didapatkan sehari – hari untuk masjd sampai dengan Rp 86.600.000.
Dimana uang yang diperoleh sehari – hari untuk rokok, cerita Saleh, ditabung di dalam sebuah pintu triplek bekas di masjid. Harapannya sejak awal nanti bisa membantu keuangan masjid saat kondisi sulit.
Kata pria yang sebelumnya bekerja sebagai kusir cidomo ini, dia secara rahasia dan hanya diketahui oleh kepala tukang yang selanjutnya ikut menabung bersama dirinya dari tahun 2024.
“Tidak ada tempat lain saya menaruh uang itu, pengalaman tiang (saya red, red) dulu saat masih bekerja menjadi kusir setiap sebelum bulan puasa sering menabung untuk penuhi kebutuhan dapur, belanja lebaran dan lain-lain,” ceritanya kepada media, Minggu 5 April 2026.
Untuk jumlah, ia tak merasa heran karena sudah diperkirakan oleh dirinya akan menjadi banyak. Namun dengan dibongkarnya pintu tersebut dan semua uang telah diserahkan ke kas masjid dan ia merasa lega. Sebab, dirinya sempat merasa was-was jika uang yang diniatkan untuk membantu kas masjid dicuri.
“Jujur tiang nggih, makanya kadang saya tidak mau diajak berwisata bersama iya untuk jaga itu jadinya, khawatir karena di luar tempatnya pintu itu,” cerita pria berusia 60 tahun ini.
Lanjut cerita, pada saat bulan Ramadan lalu, masjid terbuka selama 24 jam dan dia juga merasa khawatir jerih payahnya untuk menabung akan sia-sia jika uang tersebut hilang.
Kedepan dirinya berharap uang tersebut bisa bermanfaat bagi Masjid Babussalam dalam memberikan pelayanan kepada umat dan masyarakat.
Sementara, Ketua Takmir Masjid Babussalam Desa Semparu, TGH. Lalu Mukhtarullah mengatakan sempat merasa kaget karena dirinya baru mengetahui bahwa marbot dan kepala tukang menabung untuk menyumbangkan kepada masjid yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Diketahui pintu berbahan triplek ini dibongkar bersama dengan jamaah yang membantu pembangunan masjid pada Kamis, 2 April 2026 setelah waktu Salat Zuhur.
“Begitu saya datang jamaah sudah menghitung di atas pintu triplek yang dibobol, awalnya ada tiga atau empat ikat dengan nominal sepuluh jutaan dan saat dihitung pertama di tempat itu Rp 85.400.000, kemudian saat dihitung di bank oleh bendahara isinya satu ikat 11 juta dan totalnya menjadi Rp 86.600.000,” terangnya.
Soal pribadi sosok Saleh sebagai marbot, kata ketua takmir, memang merupakan orang yang jujur dan sengaja ditunjuk sebagai orang yang berwenang mengurusi amal yang diterima masjid setiap harinya sebelum diberikan kepada bendahara.
Sebelumnya pihak masjid sempat membuat musyawarah untuk memotong anggaran biaya rokok bagi tukang yang bekerja untuk pembangunan masjid, namun ternyata potongan tersebut disimpan kembali dan disumbangkan oleh sang marbot untuk kepentingan masjid saat waktu darurat.
“Jadi kami dalam musyawarah sengaja menunjuk beliau karena kejujurannya itu dan mohon maaf karena beliau buta huruf hanya mengingat, dan dibantu oleh kepala tukang sebagai juru tulis,” ceritanya.
Sebelumnya, ia sempat mendapatkan petunjuk melalui obrolan dari kepala tukang yang mengatakan ada hamba allah yang siap ikut menyumbangkan dana dengan dana besar dan ternyata sang marbot merupakan orang yang dimaksud. Walaupun ada juga sejumlah warga lain yang memberikan dana dengan nominal besar.
“Alhamdulilah ada warga yang menyumbangkan dana sampai dengan Rp 100 juta, ada yang menyumbangkan mimbar seharga Rp 15 juta. Kemarin gambaran jamaah warga yang bisa menyumbang dengan nominal besar tetapi saat disebut hamba allah ternyata beliau yang dimaksud dan kita tidak pernah menyangka,” tuturnya.
Katanya, nanti uang ini digunakan untuk melanjutkan proses pembangunan masjid yang baru tercapai 60 persen. Terutama fasilitas tempat wudhu, toilet dan lainnya yang memang direncanakan untuk dibangun ulang.
“Sumbangan terbesar itu alhamdulilah memang paling besar paling banyak dari masyarakat, bisa dikatakan 99 persen. Soal partisipasi masyarakat wallahu’alam ini merupakan kemudahan yang diberikan Allah dan setiap amal masyarakat kami selalu umumkan dan laporkan jumlah dan penggunaannya,” ucapnya.(nis)






