Diduga Katakan PPPK Paruh Waktu Bongoh, Kapus Pringgarata: Saya Minta Maaf

oleh -206 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Puluhan Nakes PPPK PW saat aksi di depan Kantor DPRD Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK – Kepala Puskesmas Pringgarata, Lombok Tengah Haerozi mengakui pernah melontarkan kata bongoh atau bodoh di hadapan tenaga kesehatan (Nakes) PPPK Paruh Waktu. Kejadian itu terjadi pada Sabtu, 18 April 2026 saat Haerozi menggelar rapat intern bersama PPPK PW. Atas ucapan tersebut, dia menyampaikan permohonan maaf.

 

“Cuma benar saya pernah bicara dalam forum intern pada saat itu harusnya ini tidak keluar. Saya tidak tahu siapa yang merekam. Waktu itu kami coba menenangkan teman –teman soal masa depan, pengajian karena apa yang menjadi tuntutan belum terpenuhi sementara menunggu kita punya keuangan,” ungkapnya saat dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id, Minggu malam 19 April 2026 via ponsel.

Baca Juga  Karyawan Tidak Terima Upah Sesuai UMK atau UMP, Laporkan!

Haerozi menambahkan, dalam rapat intern tersebut ia menyampaikan rasa syukur karena para Nakes PPPK PW telah memiliki NIP. Tapi ia menyebut ada Nakes yang berkata keras dan mempertanyakan mana Pemda ini. Dirinya melihat para Nakes PPPK PW terbawa emosi dia pun ikut terpancing.

“Cuma saya tegaskan saya tidak pernah bilang teman-teman tidak berprestasi, saya bilang (lasingan kenapa ndak lulus PPPK bongoh kita dan benar saya ngomong begini untuk meyakinkan mereka, ayo kerja pasti diperjuangkan Pemda. Kalau salah ya saya minta maaf kalau ada tersinggung. Saya ngomong begitu juga kepada teman yang saya anggap keluarga,” bebernya.

Baca Juga  Pelaku Jambret di Lombok Tengah Digebuk, Sepeda Motor Dibakar

Ditambahkan Haerozi, dalam rapat intern itu pihaknya mengumpulkan para Nakes PPPK PW dengan tujuan ingin memberikan pesan di tengah rencana mogok kerja karena protes gaji Rp 200 ribu sebulan.

“Kalau mogok kerja dipikir dulu, mau demo cara yang sopan karena lagi meminta biar angen luluh. Di situ saya terpancing saya keceplosan dan saya akui ini namanya situasi kondisi di dalam internal tidak dikonsumsi orang luar. Sekali lagi saya tegaskan tidak ada intimidasi,” terang Haerozi.

Baca Juga  SMPN 3 Janapria Dianaktirikan, Komisi IV Minta Dinas jadikan Atensi

Atas bocornya rekaman yang viral sekarang ini, Haerozi mengaku bakal menggelar jumpa pers Senin pagi, 20 April 2025 di Puskesmas Pringgarata. Ia juga mengaku banyak dihubungi media.

 

“Besok saja biar saya jelaskan bersama teman wartawan lain ngeh,” pungkasnya.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.