Waspada Kemarau Lebih Panjang untuk Wilayah Lombok Tengah

oleh -357 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf

 

 

LOMBOK — Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai melakukan persiapan. Dua unit mobil tangki air disiapkan untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Maruf mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi musim kemarau.

 

Menurut dia, distribusi air bersih nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat. “Perlu digarisbawahi bahwa air bersih ini hanya untuk kebutuhan rumah tangga, bukan untuk bercocok tanam,” tegasnya kepada Koranlombok.id, Senin 20 April 2026.

 

Berdasarkan kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini wilayah Lombok Tengah tengah memasuki masa peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau.

Baca Juga  Ketua KPK jadi Tersangka, Ini Kronologis Kasusnya

 

Kata Ridwan, BPBD Lombok Tengah juga akan berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk lebih sering turun ke masyarakat guna melakukan sosialisasi terkait penggunaan air bersih selama musim kemarau.

 

Selain potensi krisis air bersih, pihaknya juga mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang kerap muncul saat musim kemarau.

 

“Kalau kebakaran hutan dan lahan sampai saat ini tidak pernah terjadi akibat musim kemarau dan semuanya mutlak disebabkan oleh arus listrik,” tegasnya.

 

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada kecamatan di Lombok Tengah yang mengalami krisis air bersih. Namun pada awal April lalu sempat terjadi kekurangan air bersih di Kecamatan Praya Timur, tepatnya di Desa Jeropuri.

Baca Juga  Tawuran Pelajar di Bendungan Batujai Menggunakan Senjata Tajam

 

“Nanti jika sudah masuk bulan Juni, Damkar pasti siap menyalurkan air bersih,” katanya.

 

Ridwan menambahkan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat. Dari sisi sarana pendukung, BPBD Lombok Tengah saat ini memiliki dua mobil tangki air  untuk membantu distribusi air bersih kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan sumur bor serta menjalin kerja sama dengan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

 

Terkait anggaran penanganan kekeringan, Ridwan menyebut jumlahnya masih sama dengan tahun sebelumnya dan untuk nominal anggarannya yaitu jika 300 Liter nanti dikalikan 300 ribu.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem, Perayaan Malam Pergantian Tahun Tak Digelar Pemkab Lombok Tengah

 

“Saya rasa kebutuhan air bersih bisa terpenuhi, insyaallah. Biasanya jika tidak terpenuhi, kita meminta bantuan dari pusat melalui Provinsi,” bebernya.

 

Adapun sejumlah kecamatan yang kerap menjadi langganan krisis air bersih di Lombok Tengah antara lain, Praya Timur, Jonggat, Praya Barat, Pujut, dan Praya Barat Daya. Wilayah tersebut diketahui merupakan daerah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.

“Masyarakat diharapkan tidak menggunakan air bantuan untuk menanam cabai, tomat, dan tanaman lainnya. Air ini diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.