LOMBOK – Minimnya promosi pariwisata di wilayah Utara Kabupaten Lombok Tengah mendapat sorotan DPRD. Wakil Ketua I DPRD, Lalu Muhammad Akhyar menyebutkan Pemerintah Pusat selama ini memprioritaskan promosi pariwisara di kawasan selatan. Dasarnya karena ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut.
Akhyar membeberkan, ini bukan hanya Utara begitu juga di Kecamatan Praya Barat dan Praya Barat Daya butuh promosi pemerintah. Menurut dia, potensi yang ada pemerintah penting mempromosikan untuk menggaet investor berinvestasi.
“Masih perlu proses panjang dalam hal mempromosikan pariwisata di sana dan melakukan penguatan-penguatan ya,” sebutnya, Jumat 24 April 2026.
Menurut Akhyar, alasan mengapa promosi investasi pariwisata masih kurang dilakukan di wilayah utara, bidang pariwisata tidak seperti bidang lain karena butuh kesiapan masyarakat menghadapi konsekwensi dengan pengembangan investasi di bidang tersebut. Bukan hanya soal sumber daya manusia (SDM), tetapi juga dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.
Selain itu konsekwensi dari semakin dibukanya suatu wilayah terhadap investasi pariwisata, masyarakat harus siap menjadi wilayah yang semakin terbuka mengingat wilayah utara mayoritas merupakan areal konservasi yang butuh dijaga keberlangsungannya.
Terkait ini, DPRD mendorong Pemkab Lombok Tengah untuk merancang bagaimana pengembangan pariwisata di wilayah utara kedepan bisa saja dengan stimulasi perbaikan infarstruktur, sementara di selatan telah menajdi fokus oleh pemerintah pusat.
“Kita dukung mereka membangun, dalam artian sesuai aturan yang ada. Jangan sampai seperti beberapa kejadian yang sudah-sudah tanpa menaati aturan yang ada oleh investor terkait perizinan,” sebutnya.
Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Tengah, Dalilah mengatakan soal pengembangan potensi wisata di Utara perlu dukungan dan kolaborasi bersama semua pihak. Baik di internal pemerintah maupun eksternal termasuk oleh pelaku usaha.
Sementara itu kerjasama soal pelengkapan perizinan dan regulasi untuk selalu agar bisa selalu dipatuhi oleh investor atau pelaku usaha, sedangkan pihaknya akan tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik jika memang dibutuhkan.
“Kami berkomitmen melakukan percepatan investasi,’ kata Dalilah.
Disebutkan dia, ada beberapa potensi investasi yang bernilai besar dan bisa dikembangkan lebih lanjut diluar pariwisata yakni, investasi komoditas di bidang pertanian dan agro seperti hilirisasi produk tembakau. Akan tetapi kendala sementara para pelaku usaha masih memikirkan lebih lanjut bagaimana pemasaran produk kedepan, namun upaya ini dilakukan Pemkab dengan membuat Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang.
Selain itu, potensi di bidang pangan dan perternakan karena Lombok Tengah merupakan sumber bibit sapi bali. Kemudian komoditas garam juga masih belum terkelola maksimal apalagi jika bisa dihilirisasi menjadi jenis garam tertentu untuk kepentingan industri farmasi yang bisa dijual dengan harga tinggi.(nis)







