LOMBOK — Kerinduan mendalam dirasakan Jumenip kepada putranya, Lalu Gio Almahidi Pringgadani yang hilang sejak, Kamis sore 23 April 2026. Perkiraan Gio hilang di antara kompleks BTN Rinjani dan BTN Pujawan Permai, Kampung Gerenjeng, Praya, Lombok Tengah.
Kepada media, Jumenip menceritakan jika dirinya terus berdoa dan berharap putranya yang berusia 3 tahun itu dapat kembali ke pelukannya.
Jumenip menuturkan, Gio merupakan anak yang ceria dan sangat dekat dengannya. Hampir 24 jam, Gio selalu berada di dekat ibunya. Sekarang dia merasakan kehilangannya. Beberapa waktu setelah Gio dikabarkan hilang, Jumenip mengaku sempat bermimpi bertemu anaknya. Dalam mimpi Gio berada di dekat pintu rumah, namun ia hanya melihat tangan tanpa dapat melihat wajah sang anak.
“Kalau saya tidur seperti ada tangan di belakang pintu. Saya tarik sambil bilang Gio, tapi saya tidak melihat mukanya,” tutur Jumenip dengan suara, Senin 27 April 2026.
Jumenip beranggapan mimpi itu muncul karena pikirannya yang terus membayangkan sosok putranya. Meski dilanda kesedihan, Jumenip berusaha menguatkan diri dengan berserah kepada Tuhan.
“Kita kembalikan saja kepada pemilik kita, ketentuannya Allah yang menentukan,” ucapnya.
Sebagai seorang ibu bahwa yang terpenting baginya adalah Gio bisa kembali pulang, apa pun kondisinya. Di matanya, Gio dikenal sebagai anak yang lucu, ceria, dan pandai berbicara. Kehadirannya selalu mampu menghidupkan suasana rumah. Teman-teman Gio di sekolah juga sangat menyayangi Gio dan kerap menanyakan keberadaannya.
“Ayo Gio, kita sekolah lagi. Banyak yang menunggu, ayo Gio pulang nak,” ucapnya dengan nada sedih.
Sang ibu juga mengenang kebiasaan Gio yang sering bermain di depan rumah sambil memeluk tiang listrik dan menunggu teman-temannya datang. Kini, keluarga hanya berharap Gio segera ditemukan sehingga mereka dapat kembali berkumpul seperti sedia kala.(hil)





