LOMBOK – Tiga pembalap nasional Indonesia yakni, Sean Galael, David Tjiptobiantoro dan Fitra Eri memberikan kesan mereka merasakan sensasi membalap di Sirkuit Internasional Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Dimulai dari Sean Galael, katanya pengalaman membalap di Mandalika karena trek khusus dibuat untuk balapan Moto GP. Menurut dia, di lintasan cenderung lebih pendek dan memudahkan untuk memotong lintasan mobil lawan lebih banyak.
Selain itu karena kondisi sirkuit yang masih belum begitu lama sering digunakan, ucap Sean biasanya hasil saat latihan hingga ke tahap kualifikasi bisa sangat berbeda.
“Jadi kita harus pikirkan saat kita set up mobilnya, apakah saat set up pertama mobilnya over reaksi atau entar malah grip up lagi, ” ucapnya dalam konferensi pers ajang GT World Challenge Asia 2026, Jumat 1 Mei 2026.
Sambung Sean soal cuaca juga bisa menghilangkan grip ban di atas lintasan saat sesi sebelumnya, apalagi jika sebelumnya mengalami hujan.
“Pasti ada beberapa hal yang nyentrik dengan balapan di Sydney, Malaysia dan gara lainnya,” ucapnya.
Sementara itu David Tjiptobiantoro mengatakan, karakteristik Sirkuit Mandalika yang memiliki tikungan lebih banyak ke arah kanan memang lebih cocok untuk balapan sepeda motor, sehingga perlu usaha lebih bagi dirinya mengendalikan mobil.
“Saat rileks hanya saat dekat start dan finish line doang gitu, jadi selalu ada tensi dengan mobil,” ucap pemilik tim T2 Motorsport tersebut.
Sementara itu Fitra Eri yang membalap di ajang BRZ Super Series yang merupakan suporting event GTWC Asia 2026 mengatakan karakter sirkuit yang memadukan antara high speed dan low speed dengan beragam kombinasi. Selain itu hal lain yang berkesan ucap Fitra, membalap di Mandalika serasa nikmat dengan pemandangan bukit dan pantai yang eksotis.
“Ini sangat nikmat menyetir di sirkuit ini,” ucapnya.
Selain itu dengan dengan keramahan masyarakat Lombok yang membuat pembalap baik dari luar negeri ataupun dalam negeri merasa nyaman. Suasana dari Bandara Internasional Lombok hingga ke areal sirkuit ucap Fitra juga sangat mencerminkan Indonesia dimana terdapat kawasan persawahan, bukit hingga modern saat begitu tiba di Kawasan Mandalika.(nis)





