Pesantren Humanis Berbuah Prestasi Manis

oleh -44 Dilihat
FOTO DOK PRIBADI DR. LALU YULHAIDIR, M.PSI,PSIKOLOG FOR KORANLOMBOK.ID

 

 

Oleh: Dr. Lalu Yulhaidir, M.Psi,Psikolog

 

PESANTREN Cahaya Bangsa merupakan sekolah baru yang turut mewarnai pendidikan SMP-SMA di NTB dalam 7 tahun terakhir ini. Pesantren yang terletak di “Gawah Lenek” Lombok Timur bawah kaki Rinjani ini, diakses tidak hanya oleh santri dari Provinsi NTB, namun juga Qatar, Makassar, hingga Merauke. Sebagai sekolah pendatang baru, jejak prestasi santri dan guru patut dibangggakan. Baru-baru ini Cahaya Bangsa termasuk dalam jajaran sekolah dengan jumlah guru terbanyak di NTB yang berhasil masuk dalam bursa guru Kemendikdasmen Talenta Indonesia dan mengakses kesempatan pengembangan diri ke beberapa kampus besar Indonesia, disusul juga dengan capaian murid dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Lombok Timur dalam ajang yang sama.

Tak hanya itu, Cahaya Bangsa juga telah mencapai angka yang relatif fantastis untuk sekolah baru berumur 7 tahun. Keberhasilan Cahaya Bangsa mengantarkan peserta didiknya sebanyak 50% tembus di kampus-kampus negeri ternama jalur SNBP-SNBT, mulai dari UNPAD Bandung hingga UPN Jawa Timur. Tahun sebelumnya juga santri Cahaya Bangsa berhasil tembus Prodi bergengsi seperti Kedokteran Universitas Brawijaya, Kedokteran Unram, Psikologi Kelas Internasional Univeristas Negeri Malang, hingga UNDIP Semarang.

Baca Juga  Pernikahan Usia Dini Akibat Faktor Kemiskinan

Sekolah anggota JSIT Indonesia yang dikenal sebagai “sekolah kekinian” itu, juga berhasil mengantarkan santrinya mewakili DIKBUD NTB dalam beberapa ajang lomba bergengsi seperti OPSI, FIKSI, hingga pengiriman santri sebagai duta Pariwisata mewakili NTB hingga ke Tailand. Pertukaran budaya pelajar antar negara melalui kegiatan ASF sinergi Indonesia dengan Amerika, presentasi riset mewakili Indonesia hingga di Tunisia juga mampu diraih oleh santri Cahaya Bangsa. Capaian tersebut semakin mengokohkan posisi Pesantren di kancah global.

Capaian akreditasi A (Unggul) dengan rapor akademik pada bidang literasi mencapai angka BAIK 100% dan numerasi 93.33%. Skor ini menandakan bahwa Cahaya Bangsa merupakan sekolah papan atas tingkat nasional. Posisi ini menandakan ekosistem pendidikan di Cahaya Bangsa telah berjalan dengan baik dan kokoh, sehingga mampu melahirkan budaya prestasi dan kinerja pendidikan yang tergolong tinggi untuk sekolah swasta dengan swadaya Yayasan masyarakat secara mandiri yang tetap berbenah dan mengevaluasi diri.

Evaluasi diri secara rutin juga dilakukan dalam monitoring tingkat kepuasan stakeholder terhadap capaian sekolahnya, dan hasilnya patut dibanggakan, karena angka kepuasan stakeholder pada tahun 2026 mencapai skor puas lebih dari 90%.

Baca Juga  MEDIA SOSIAL: MENDEKATKAN YANG JAUH ATAU MENJAUHKAN YANG DEKAT?

Pesantren yang juga dikenal Zero Perundungan ini kerapkali menjadi sekolah model dan  dirujuk oleh beberapa sekolah lain dalam praktik baik deep learning atau manaejmen perundungan. Metode pembelajaran menggunakan deep learning yang dicover dengan pendekatan tauhid menjadikan proses pembelajaran santri di Cahaya Bangsa memiliki daya kritis untuk membangun kesadaran santri bahwa ilmu dan sains tidak lepas dari Tauhid, bahwa ilmu dan sians dapat menguatkan tauhid.

Cahaya Bangsa yang membolehkan santri membawa handpone ke pondok, baru baru ini merilis program DIGITAL AWARENESS sebagai pedoman pendampingan santri dalam menggunakan HP secara bijak, sehat, dan berbasis pada perlindungan sosial. Jauh sebelum itu, Cahaya bangsa juga telah menggunakan sistem LMS (Learning Management System) dan monitoring digital dalam aplikasi SMART SCHOOL yang dirancang oleh guru dan tendik Cahaya Bangsa, sangat membantu pengendalian perilaku santri berbasis tekhnologi. Penggunaan HP bagi santri SMPIT dan SMAIT Cahaya Bangsa memiliki manajemen dan SOP penggunaan tekhnologi smartphone yang baku tanpa kehilangan nuansa sehat yang mensejahterakan santri dan guru dalam menggunakan tekhnologi sebagai media dukung pembelajaran.

Baca Juga  Keunikan Tradisi Badudus di Lombok Tengah

Terobosan-terobosan tersebut nampaknya makin menguatkan sekolah ini sebagai Pesantren positive yang ramah guru dan murid, yang ditandai dari skor drop and burn out santri (stres dan kepindahan santri) yang sangat rendah setiap tahun tidak mencapai angka 1% dan tingkat keberlanjutan alumni SMPIT ke SMAIT Cahaya Bangsa juga di atas 50%, menandakan tingkat engagement santri tergolong tinggi pada proses belajar di Pesantren dengan brand positive climate, humanis and kindess school (iklim sekolah positif yang humanis dan baik)

Psikolog kenamaan NTB yang juga menjadi founder Cahaya Bangsa mengungkapkan “Cahaya Bangsa hadir menguatkan identitas Pesantren di Indonesia sebagai ruang belajar yang ramah, aman, nyaman, dan dapat mendongkrak prestasi guru dan murid, mampu mengantarkan alumni ber IPK 4 sempurna pada jurusan-jurusan STEM”. Papar Yulhaidir menutup dialog menanggapi pertanyaan Wartawan tentang penilaian masyarakat terhadap Pesantren saat-saat ini.

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.