LOMBOK – Lima orang pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pensiun. Untuk mengisi kekosongan jabatan krusial itu, Bupati Lalu Pathul Bahri menyampaikan telah menyiapkan calon pengganti.
“Sudah ada hasilnya ya. Kita insyaallah akan siapkan, sedang kita godok dulu ya,” katanya singkat kepada media di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin 29 Juni 2026.
Sementara, dalam sambutannya Bupati Pathul mengatakan diusia memasuki 58 tahun, pemerintah telah memikirkan soal usia produktif ASN dan setelah dinyatakan pensiun bisa digunakan sebagai kesempatan untuk introspeksi diri dan memperbanyak kegiatan ibadah diiringi kegiatan lainnya.
Pathul tak lupa mengucapkan terimakasih kepada ASN yang memasuki masa purna tugas dan berharap tugas pembangunan bisa dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.
“Terimakasih kepada bapak ibu yang telah mengabdikan diri membersamai kita semua telah membangun Lombok Tengah ke arah lebih baik dan lebih bagus. Selamat kita sampaikan karena anak, keluarga dan ibadah menunggu dan kita tentu tidak pernah alfa tentang itu,” ucapnya.
Sementara itu pejabat yang pensiun, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yakni Suhartono, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Baiq Anita Nindiyana, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Lalu Wahardian Supriadi.
Sedangkan menyusul pada bulan Agustus ada Asisten III Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Muhammad Zarkasyi dan terakhir Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), M. Ridwan Makruf.
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengatakan dalam sambutannya ada 75 orang ASN yang pensiun pada periode bulan April sampai dengan September 2026. Nantinya Pemda akan melakukan pelepasan pada bulan September bagi ASN yang memasuki masa pensiun di periode berikutnya.
“Setiap tahun ASN yang pensiun berkisar antara 300 sampai 400 orang,” bebernya.
Kata Firman, ada beberapa skema yang akan dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan, yakni pergeseran pejabat eselon II yang ada dan melalui promosi jabatan dari eselon III ke posisi eselon II melalui sistem menejemen talenta.
“Kita harapkan di bulan Juli berisi semua, kita masih berproses. Bagi yang masih aktif seperti Pak Zarkasyi dan Pak Ridwan akan kita tetapkan setelah masuk pensiun,” katanya.
Untuk kebijakan rekrutmen ASN kedepan baik melalui jalur mekanisme tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ataupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tidak lagi menggunakan sistem zero growth dimana formasi yang ditentukan berdasarkan jumlah ASN yang pensiun.
Lebih lanjut, jumlah formasi akan dicocokan dengan kebutuhan Pemerintah Daerah. Hal tersebut karena saat ini jumlah total ASN di Pemkab Lombok Tengah sebanyak 15 ribu orang.(nis)







