Prof Asikin Akan Laporkan Tim Hotman Paris ke Polisi

oleh -171 Dilihat
FOTO ISTIMEWA/ Prof. Zainal Asikin

 

 

LOMBOK — Kuasa hukum Pondok Pesantren Rosydatussyaulatiah Al Ibrahimi NW, Desa Aik Dareq, Batukliang, Prof. Zainal Asikin bakal melaporkan anak buah dari Hotman Paris Hutapea atau tim Hotman 911 ke polisi. Langkah ini ditempuh karena tim Hotman 911 mengaitkan keterlibatan putra pimpinan pesantren dalam kasus terbakarnya tiga santri yang terjadi Desember 2025.

 

Kata Zainal Asikin, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti sebelum melaporkan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pernyataan tersebut. Laporan yang disiapkan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik terhadap putra pimpinan pesantren dan Pondok Pesantren Rosydatussyaulatiah Al Ibrahimi NW.

Prof Asikin mengatakan, langkah hukum itu diperlukan untuk meluruskan informasi yang dinilai keliru sekaligus menjaga nama baik keluarga pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan.

Baca Juga  Truk Terjun Bebas ke Sungai di Desa Pemepek

 

 

“Yang kita laporkan terkait statement dari salah seorang tim Hotman 911 yang kita bicara di media bahwa ada anaknya kiyai yang dituduh terlibat dalam pembakaran. Itu yang sedang kita siapkan,” ungkapnya kepada media, Rabu, 22 Juli 2026.

 

Menurut dia, nama Yus yang disebut dalam pernyataan tersebut merupakan salah seorang santri yang berada di lokasi kejadian dan turut menjadi korban. Ia membantah Yus sebagai putra pimpinan pesantren yang terlibat dalam insiden tersebut.

 

 

“Yang namanya Yus juga adalah salah satu santri yang terbakar dan namanya sama. Namun, bukan anak pimpinan pondok yang terlibat,” tegasnya.

 

Dia mengatakan, putra pimpinan pondok yang berinisial Y tidak mengetahui peristiwa tersebut. Kekeliruan itu, katanya, telah menimbulkan kerugian bagi keluarga pimpinan pesantren karena nama mereka dikaitkan dengan perkara yang tidak dilakukan.

Baca Juga  DEMA Bongkar Dugaan Korupsi Sampai Oknum Dosen Cabul di UIN Mataram  

 

“Anaknya Tuan Guru berinisial Y itu tidak tahu-menahu tentang kejadian tersebut. Yang bernama Yus itu adalah santri yang ikut menjadi korban terbakar. Ini kekeliruan fatal yang sangat merugikan nama baik pimpinan pondok,” katanya.

 

Zainal mengingatkan, agar informasi mengenai kasus yang melibatkan anak disampaikan secara hati-hati. Menurut dia, kesalahan identitas yang disampaikan ke publik dapat berdampak terhadap psikologis anak dan merugikan pihak yang dituduh.

“Ini fatal, kita sesalkan. Harusnya diklarifikasi dulu, berhati-hati. Apalagi ini menyangkut soal anak, soal agama. Ini persoalan yang sensitif di tengah masyarakat di Lombok,” katanya.

 

Zainal memberikan penjelasan mengenai insiden kebakaran yang menimpa para santri. Menurut dia, kejadian bermula ketika sejumlah santri membuat ketapel dan mengecat tembok menggunakan campuran bensin. Aktivitas tersebut kemudian memicu percikan api hingga menyebabkan sejumlah santri terbakar.

Baca Juga  Kecelakaan Maut, Tiga Korban Asal Lotim Dipulangkan Pekan Ini

Dia membantah anggapan bahwa pihak pesantren mengabaikan korban setelah kejadian. Pimpinan dan pengurus pesantren memberikan bantuan biaya pengobatan, mendampingi korban selama menjalani perawatan, serta menghadiri prosesi pemakaman dan zikir bersama.

 

 

Ia mengungkapkan, keluarga korban juga telah memberikan penjelasan mengenai keterlibatan pihak pesantren dalam penanganan korban melalui sebuah tayangan podcast.

Dia menghimbau agar masyarakat NTB tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan meminta masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.