SMPN 5 Praya Timur Kehilangan Ruang Kelas dan Lab Demi Gerai Kopdes

oleh -40 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Bangunan KMP Desa Beleka Lebe Sane yang berdiri di atas lahan SMP Negeri 5 Praya Timur.

 

 

LOMBOK – Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Beleka Lebe Sane berdiri di lahan SMP Negeri 5 Praya Timur. Berdasarkan pantauan jurnalis Koranlombok.id di lapangan, terlihat kontras antara gerai Kopdes megah di depan sementara kondisi SMP yang gedung sudah roboh atap.

 

Wakil Kepala SMP Negeri 5 Praya Timur, Mansur yang sebelumnya menjadi Plt kepala sekolah mengatakan, keputusan lahan SMP menjadi tempat berdirinya Kopdes merupakan wewenang Dinas Pendidikan Lombok Tengah, pihaknya hanya bisa menerima kondisi ini.

 

“Dari Pemda lah yang mengizinkan kita tinggal menonton saja, jadi langsung tiba-tiba ada yang bekerja ada yang survei,” ungkapnya, Rabu 12 Agustus 2026.

 

Mansur mengatakan tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya kepada sekolah, namun ia telah mengkonfirmasi dinas dan informasi yang diterimanya pembangunan Kopdes telah diizinkan oleh Bupati dan pihaknya hanya diminta fokus kepada kegiatan belajar mengajar.

Diceritakan Mansur, luas lahan yang digunakan untuk pembangunan gedung Kopdes 13 are dengan luas bangunan 20 kali 30 meter persegi berada persis di samping gapura sekolah. Sedangkan sebelumnya di atas lahan posisi Kopdes dibangun merupakan ruang kelas dan Laboratorium IPA yang dirobohkan.

Baca Juga  Menuju Indonesia Emas 2045, Prof Kadri Tekankan Perkuat Nilai Pancasila

 

“Kan ada bangunan yang dirobohkan, itu kan katanya urusan Pemda dan pihak pusat dari Kopdes,” ceritanya.

 

Kepala SMP Negeri 5 Praya Timur, Orme Santoso mengatakan dirinya baru 5 bulan menjabat menjadi Kepsek dan telah ada pondasi bangunan Kopdes.

Sebelum Kopdes dibangun di lahan tersebut terdapat ruang kelas dan ruang laboratorium IPA yang memang dalam kondisi rusak bahkan sempat dipinjam oleh Pemdes Beleka Lebe Sane sebagai kantor sementara beberapa tahun.

Terkait adanya Kopdes, dia berharap ada dampak baik yang didapatkan untuk pengembangan sekolah, sementara itu soal kekhawatiran terkait lahan sekolah yang semakin berkurang ketika fasilitas ruangan lain akan ditambahkan. Dia tidak mempermasalahkan dan dianggap tidak terlalu berpengaruh mengingat luas lahan sekolah sekitar 1 hektare.

Baca Juga  Kemarau di Lombok Tengah, Dua Kecamatan Minta Air Bersih ke BPBD

 

Namun karena kondisi bangunan Kopdes yang saat ini masih menyatu dengan sekolah, kata Orme, terasa kurang nyaman untuk aktivitas belajar mengajar dan kedepan dirinya berharap ada tembok pembatas.

 

“Mungkin ada tembok pembatas supaya terpisah,” harap dia.

Dirinya menunjukan empat ruang kelas rusak berat dengan kondisi pintu dan jendela yang tidak ada, tembok yang jebol dan dipenuhi aneka coretan hingga atap dan plafon yang penuh dengan lubang, begitu juga dengan ruangan perpustakaan yang terlihat ambruk dan masih menyisakan puing-puing kayu dan genteng.

 

Akibat kondisi fasilitas yang dinilai kurang layak, dia mengaku sangat sulit mendapatkan siswa dan semakin berkurang setiap tahunnya. Sejak dibangun pada tahun 2007 paling tidak siswa yang mendaftar sampai dua rombongan belajar sekitar 40 an anak dan saat ini hanya ada 30 siswa dengan rincian siswa kelas VII berjumlah 7 orang, kelas VIII berjumlah 7 orang dan kelas IX terdapat 12 orang yang rata-rata dengan kondisi ekonomi tidak mampu yang berasal dari sejumlah dusun sekitar.

Baca Juga  Polda NTB Didesak Panggil Distributor Pupuk CV Lawa Mori

 

Katanya, banyak masukan dari masyarakat dan tokoh lainnya kepada dirinya terkait fasilitas diminta untuk ditingkatkan agar diminati oleh calon peserta didik.

Beberapa tahun lalu sebelum adanya program revitalisasi, sekolah sempat mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK)  namun jumlah siswa yang ada kurang dari 60 orang sehingga belum bisa diberikan bantuan tersebut. Selain itu sempat ada bantuan dari program pokir untuk pembangunan ruangan olahraga.

Dimana, pihaknya telah mengusulkan program revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan telah mendapatkan persetujuan untuk perbaikan tiga ruang kelas, satu gedung perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium dan ruang tata usaha.

 

“Masih menunggu panggilan, setelah usulan nanti kita lengkapi saja apa saja persyaratan yang diminta,” bebernya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.