LOMBOK – Sejumlah masyarakat Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah memulai prosesi nyemulak atau pemasangan tiang bangunan rumah sebagai tanda dibangunnya kembali pada Kamis, 3 September 2026.
Salah satu warga yang dipercaya masyarakat untuk memimpin prosesi adat, Amaq Hidayat atau Tambun mengatakan prosesi adat tersebut dimulai menyiapkan andang – andang atau sesajen yang berisi sejumlah syarat.
Katanya, syarat berisi beras, telur ayam, cabai, bawang putih, bawang merah, kapur sirih, pinang, benang yang belum dipintal, sejumlah uang koin tradisional, tembakau dan rokok dari kulit jagung serta lainnya yang ditaruh dalam tempat bertutup yang mereka namakan kudung.
“Setelah disiapkan terus kita berdoa dulu kita buat sembeq itu,” katanya kepada jurnalis Koranlombok.id.
Ditambahkannya, kemudian setelah satu tiang ditancapkan di sudut rumah, kemudian mereka menyembelih satu ekor ayam tepat di tiang tersebut dengan tujuan agar rumah yang dibangun bisa memberikan penjagaan dari bencana dan marabahaya lainnya.
“Kita bikin sembeq itu ditanam di dalam agar dijaga dan kita berdoa kepada Allah yang maha kuasa, mudah – mudahan dikabulkan,” ucapnya.
Sementara Tambun membantu mendoakan rumah kerabatnya yakni Sadip pada prosesi nyemulak tersebut, sementara itu cara penghitungan tanggal tersebut atau yang mereka sebut warige dirinya mengatakan hal tersebut rahasia.
Namun pemilihan tanggal 21 Rabiulawal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 3 Agustus 2026 berdasarkan perhitungan tersebut dinilai merupakan tanggal yang baik dan memberikan keselamatan bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan rekontruksi rumah adat ini tak hanya berupa membangun kembali fisik rumah adat yang ada, tetapi juga membangun peradaban dan kebudayaannya kembali sehingga pemerintah menggandeng sejumlah ahli arsitektur, antropolog dan perguruan tinggi.
Selanjutnya, Iqbal mengatakan akan merevitalisasi status Dusun Sade yang sebelumnya hanya merupakan bagian dari desa wisata menjadi desa adat.
“Pembangunan kampungnya sendiri tidak usah buru – buru karena ini kan multidisipliner, kita ingin merekontruksi peradaban bukan sekadar bangunan, kita harus tau betul nilai – nilainya dan filosofi setiap pembangunan bahkan setiap material kita verifikasi sehingga nanti Dusun Sade seperti aslinya,” kata Iqbal.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan dorongan agar Dusun Sade menjadi cagar budaya akan dibuat museum agar story telling tidak hilang, sementara itu soal memastikan agar bangunan tidak akan berubah sesuai dengan bentuk sebelumnya.
“Sudah Unram, kita percayakan kepada akademisi dah ahli – ahli,” katanya.
Pathul menyampaikan soal sumbangan dari investor sebesar Rp 2,5 miliar yang belum diberikan, terkait ini pihaknya telah mendiskusikan. Sementara sumbangan Rp 1 miliar dari artis ternama sekaligus utusan khusus Presiden Prabowo Subianto, Rafi Ahmad termasuk sumbangan yang lain akan dihajatkan untuk keperluan masyarakat yang lebih luas.
Sementara total sumbangan yang terkumpul masih belum dicek bupati, sementara itu masyarakat akan dibuatkan rekening agar bantuan bisa tepat sasaran.
Selain itu soal sumbangan permodalan usaha masyarakat yang ikut hangus dalam bencana kebakaran, bupati mengaku masih akan mendata kembali karena kegiatan ekonomi harus bergerak terus.(nis)





