Pendemo Vs Ordal PDAM Lombok Tengah Ricuh, Adu Mulut Tak Terhindarkan

oleh -206 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Pendemo dari Aliansi Pemuda Lombok Tengah saat membentangkan kain putih ukuran panjang di depan Kantor PDAM Tirta Ardhia Rinjani, Senin 7 September 2026.

 

 

LOMBOK– Aksi demo di Kantor PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah berujung ricuh. Selain itu kata-kata kotor hingga adu mulut tak terhindarkan antara pendemo dengan oknum orang dalam (Ordal) PDAM. Awalnya, aksi ini dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku dari, Aliansi Pemuda Lombok Tengah. Beberapa orang menerobos masuk ke salah satu ruangan direksi yang membuat ketegangan terjadi hingga sempat ricuh pada Senin, 7 September 2026.

 

 

Situasi makin panas setelah massa aksi terlibat adu mulut hingga sumpah serapah dengan pihak PDAM yang berada di dalam ruangan.

Baca Juga  WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika 11-13 November

 

Ketua Aliansi Pemuda Lombok Tengah, Lalu Aji Darmawan menyampaikan bahwa dirinya ingin memastikan apakah betul Dirut PDAM tidak ada di dalam kantor.

“Oh, tadi awalnya saya kan masuk. Saya ingin memastikan bahwasanya Pak Dirut PDAM itu bahwa betul tidak ada di sana kronologisnya, saya masuk sendiri lalu saya membuka pintu paling depan itu saya buka, ” ceritanya kepada media usai kericuhan terjadi.

 

Darmawan menambahkan, ketika ingin mengecek ruang tiba-tiba salah satu dari pegawai PDAM menariknya kemudian mengatakan kata tak pantas.

 

 

“Tiba-tiba ada orang yang tarik tangan kiri saya dengan kerasa dan menggeret ke ruangan Dirut PDAM sembari mengucapkan kata-kata kotor, saya tanya kenapa bilang kata seperti itu dan keluarlah kata-kata itu dari mulut yang katanya dia seorang pengacara Dirut PDAM,” ungkapnya.

Baca Juga  Jelang Mutasi Pejabat, Pimpinan DPRD Ingatkan Pathul-Nursiah

Atas kata-kata tak pantas itu, pihaknya pun terpancing emosi. Ia menegaskan, pihaknya hanya ingin mengecek apakah betul tidak ada di ruangan direktur.

 

Di lokasi yang sama, Apriadi Abdi Negara yang mengaku Konsultan Hukum PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah menegaskan, insiden ini terjadi karena massa aksi memaksa untuk memeriksa ruangan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Lantik KSAD jadi Panglima TNI

 

“Kan dalam koridor demo bukan dalam rangka melihat atau memeriksa ruangan atau masuk dalam ruangan orang,” katanya kepada media.

Apriadi menambahkan bahwa massa aksi tersebut melakukan swapping terhadap posisi direktur PDAM.  Menurut dia, tidak mungkin direksi-direksi yang secara jabatan sudah disumpah tidak mungkin berbohong karena sudah dijelaskan bahwa direktur utama sedang berada di luar kota. Akan tetapi, massa memaksa masuk sehingga terjadi senggol menyenggol.

 

“Saya kurang tahu kalau yang itu, mungkin karena desak -desakan kayaknya,” jawab Apriadi.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.