Sebulan Lebih Siswa MIN 1 Lombok Tengah Tidak Menerima MBG, BGN Kemana?

oleh -1632 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Ini MIN 1 Lombok Tengah yang terletak di Jln Sultan Hasanudin, Leneng, Praya.

LOMBOK – Setidaknya sudah sebulan lebih siswa di MIN 1 Lombok Tengah tidak lagi menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara pihak Badan Gizi Nasional (BGN) tidak ada tindakan.
Siswa MIN 1 Lombok Tengah ini terhenti menerima MBG tanggal 2 September 2025. Awalnya disalurkan oleh CV Dapur Pinang Selatan. Karena dalih anggaran, penyaluran dihentikan secara sepihak.

Kepala MIN 1 Lombok Tengah, Munawir Halil mengungkapkan, pihaknya sebagai lembaga penerima manfaat tidak memiliki hak atau wewenang untuk mencari dapur lain. Karena menurut dia, ini tugas pihak dapur mencari kemana disalurkan.

“Kita hanya penerima manfaat, kecuali kita yang menyalurkan baru kita bisa mencari penerima. Jadi, sekarang kita hanya menunggu saja, tidak ada tindak lanjut untuk mencari,” ungkapnya kepada Koranlombok.id, Selasa 7 Oktober 2025.

Baca Juga  Lima Artis Diceraikan Lewat Pesan Singkat

Munawir mengungkapkan, pihaknya tidak pernah melaporkan secara tertulis kepada pihak terkait. Tapi ia meyakini bahwa pihak berwenang sudah mengetahui karena adanya pemberitaan di media. Menurut dia, seharusnya dilakukan oleh BGN di tingkat kecamatan atau kabupaten.

“Kalau dari kami tidak pernah ke sana kemari. Sekarang ini kami murni menunggu siapa yang kira-kira akan menyalurkan lagi kepada kami sebagai penerima,” tegasnya.

Munawir menambahkan, kerja sama dengan CV Dapur Pinang Selatan tidak bisa dilanjutkan karena tidak ada dana. Pihak MIN juga sudah dikeluarkan dari grup koordinasi dapur sebagai penerima manfaat.

“Kalaupun misalnya ada, ya mungkin pendataan dari dapur lain. Kita tunggu saja, mudahan dalam waktu dekat ada karena kemarin sempat ada dapur lain yang mendata ke sini,” bebernya.

Baca Juga  Sentil Bagi-bagi Dana Hibah, Pejabat Korupsi Hingga Siswa Keracunan MBG di Loteng

Kepala MIN 1 Lombok Tengah menjelaskan, bahwa pihak madrasah tidak memiliki kewenangan untuk melaporkan secara tertulis ke instansi terkait. Secara lisan sudah sering disampaikan. Hanya saja, pihak kementerian agama (Kemenag) disebut tidak dilibatkan dalam program MBG.

“Termasuk yang kita dengar, pihak kesehatan juga tidak dilibatkan. Jadi sebenarnya karena ini badan yang independen, merekalah yang mengelola. Kalau kita mau ke kantor BGN, kita tidak tahu di mana. Biarlah tim-tim korcam yang bekerja, kita tunggu saja,” katanya dengan nada kecewa.

Sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari pihak BGN, namun sudah ada pendataan dari dapur lain yang baru berdiri.
“Kalau dari kami murni menunggu, karena leading sectornya berbeda dan tupoksinya juga beda. Untuk meminta pun rasanya tidak elok,” sebutnya.

Baca Juga  Polemik Wisata Pemecah Ombak di Pantai Labuhan Haji

Munawir menambahkan, dapur yang sudah melakukan pendataan masih harus mengajukan terlebih dahulu ke BGN pusat. Sehingga belum dapat dipastikan kapan akan beroperasi dan menyalurkan bantuan.

“Mungkin bulan depan atau tahun depan, kami juga tidak tahu,” katanya.

Dia berharap agar program MBG ini segera disalurkan kembali. Mengingat MIN 1 Lombok Tengah merupakan sekolah besar yang terletak di pusat kota.

“Lucu juga, sudah berjalan seminggu lebih tiba-tiba terhenti. Jadi tidak elok kelihatannya. Lain halnya dengan sekolah di luar kota, kan tidak banyak yang menyoroti,” sentilnya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.