LOMBOK – Aksi perampokan terjadi di Dusun Batu Bintang, Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Senin 2 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Korban seorang wanita bernama Kirah. Menurut pengakuan korban, ia didatangi tiga orang pelaku saat Salat Isak di rumahnya.
Kepala Desa Ranggagata, Muhammad Haikal menceritakan berdasarkan pengakuan korban bahwa sebelum kejadian Kirah baru saja selesai melakukan panggilan video. Sekitar pukul 22.00 WITA, korban kemudian mengambil air wudhu dan melaksanakan Salat Isak. Pada saat tahiyat akhir, korban tiba-tiba didatangi tiga orang pelaku.
“Pelaku langsung menanyakan di mana uang disimpan,” cerita Kades kepada Koranlombok.id via ponsel, Selasa 3 Maret 2026.
Dimana kata Kades, pada pagi harinya korban menjual emas. Para pelaku menduga uang hasil penjualan emas masih berada di rumah korban. Dalam kondisi di bawah ancaman pelaku, korban mengaku jika uang hasil jual emas telah diserahkan kepada penjual tanah untuk keperluan pembelian lahan.
Karena tidak percaya, para pelaku kemudian melakukan kekerasan dengan menebas bagian kepala korban. Meski dalam kondisi terancam, korban berupaya melindungi kedua anaknya, salah satunya duduk di bangku kelas 1 SMP.
Sambung Haikal, demi menjaga keselamatan anak-anaknya korban akhirnya memberikan emas imitasi yang disimpan di dalam lemari kepada para pelaku.
“Setelah itu para pelaku langsung pergi,” katanya.
Atas peristiwa itu, Kades mengaku pertama kali menerima laporan dari kepala dusun, kemudian pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Atas peristiwa ini, kerugian materi korban tidak ada karena barang yang dibawa pelaku hanya emas imitasi atau palsu. Meski demikian, anak korban masih mengalami trauma karena sempat dibekap menggunakan selimut oleh pelaku agar tidak berteriak.
Di samping itu, Polsek Praya Barat Daya telah menerima laporan korban. Kirah mengalami luka serius akibat senjata tajam.
“Korban berusia 51 tahun, dia seorang petani mengalami luka serius di kepala dan lengan akibat senjata tajam dari salah satu pelaku,” ungkap Kapolsek Prabarda IPDA Aswin Anggara.
Aswin menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban yang baru selesai melaksanakan salat mendengar teriakan anaknya dari dalam kamar. Saat hendak menghampiri, korban secara tiba-tiba didatangi oleh sejumlah pelaku yang langsung mengancam dan meminta uang serta emas miliknya.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala, wajah, dan lengan kanan. Dalam kondisi terluka, korban menyerahkan kalung emas imitasi yang berada di dalam lemari kamar dengan harapan para pelaku segera meninggalkan rumahnya.
Dari keterangan korban, pelaku diperkirakan berjumlah sekitar tujuh orang dan membawa senjata tajam jenis parang. Para pelaku melarikan diri melalui bagian belakang rumah. Selain melukai korban, pelaku juga merusak telepon genggam milik korban sebelum kabur dari lokasi.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena pelaku mengetahui kondisi rumah korban yang relatif sepi. Suami korban diketahui sedang menjadi Pekerja Migran Indonesia atau TKI, korban hanya tinggal bersama anaknya.(hil)





