LOMBOK – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah bergerak cepat menangani kasus dugaan pengeroyokan dengan korban Sekretaris Desa (Sekdes) Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Enggos Sofian Indra. Selain Sekdes, ibu bahkan kakaknya juga jadi korban. Atas peristiwa penganiayaan diduga dilakukan oknum personel gendang beleq.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan bahwa laporan terkait kejadian itu telah diterima polisi. Saat ini, penyidik masih melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
“Polres Lombok Tengah melalui Polsek Kopang sudah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Beberapa pihak yang diduga terlibat juga telah dimintai keterangan,” terang Brata kepada media, Selasa 14 April 2026.
Sampai saat ini, polisi telah memeriksa tiga orang personel gendang beleq yang diduga berada di lokasi kejadian. Sementara itu, empat orang personel gendang beleq lainnya telah datang dan mengamankan diri di Polsek Kopang.
Brata menegaskan bahwa tidak semua personel gendang beleq terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi. Pihak kepolisian juga masih mendalami dugaan adanya konsumsi minuman keras oleh para terduga pelaku sebelum insiden terjadi.
“Yang akan kami panggil adalah mereka yang diduga terlibat dalam penganiayaan. Jadi tidak semua anggota kelompok itu diperiksa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekdes Montong Gamang, Enggos Sofian Indra, ibu hingga kakaknya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum personel gendang beleq. Kejadian ini terjadi di simpang tiga Dusun Gonjong, Desa Montong Gamang, Minggu sore 12 April 2026.(hil)





