LOMBOK – Warga lingkar Bendungan Batujai, Lombok Tengah Rabu sore, 1 Juli 2026 menunjukkan penolakan keras terhadap rencana pembangunan pusat terminal penerbangan pesawat air khusus pariwisata. Belasan nelayan ini mendeklarasi menolak pembangunan oleh investor PT. Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) di Bendungan Batujai.
“Kami bersama nelayan lain menolak ada pembangunan, jangan sampai mata pencaharian kami semua terdampak. Sosialisasinya juga tidak ada sama sekali. Jadi kami bersama masyarakat tidak tahu apa tujuan pemerintah,” tegas Ketua Nelayan Pade Genem, Beni Kuspandi kepada media di Bendungan Batujai.
Beni mengklaim, lebih dari tujuh dusun warga lingkar bendungan menolak rencana pembangunan ini.
“Kami secara tegas meminta pemerintah untuk turun dan melakukan sosialisasi kepada kami, khususnya masyarakat lingkar Bendungan Batujai. Ini tidak pernah ada sosialisasi sama sekali,” tegasnya.
Katanya, jika seaplane tetap dibangun warga bahkan nelayan khawatir masyarakat akan kehilangan satu-satunya mata pencaharian mereka.
“Kalau bendungan ini diambil alih, lalu istri dan anak saya mau makan apa?” tanyanya.
Disinggung warga lainnya, Akbar Tanjung. Ia mengaku jika belum lama ini pihak balai wilayah sungai (BWS) telah mengambil data kartu nelayan lingkar Bendungan Batujai. Sampai sekarang pihaknya mempertanyakan apa tujuannya. Apakah ada hubungan dengan pembangunan oleh investor atau seperti apa.
“Kartu nelayan warga diambil namun untuk tujuannya kami tidak tahu,” ungkapnya di depan media.
Akbar menyebutkan, pengambilan kartu nelayan dilakukan dua bulan lalu. Dimana, pihak BWS tidak menjelaskan secara detail apa tujuan pengambilan kartu tersebut.
“Kekhawatiran kami adalah jika seaplane ini dibangun, maka mata pencaharian warga bisa hilang,” tuturnya.
Dia berharap, apabila pemerintah tetap melanjutkan pembangunan hub dan hanggar seaplane, maka harus ada kompensasi bagi masyarakat serta penyediaan lapangan pekerjaan bagi warga yang terdampak.
“Kami mohon pemerintah turun dan bersosialisasi kepada masyarakat untuk membahas pembangunan ini serta solusi apa yang akan diberikan nantinya,” pintanya.(hil)





